Cakrawala News
Portal Berita Online

Studi Best Practice Kominfo dan Wartawan Bukittinggi ke Riau Hadirkan Referensi di Berbagai Sektor

0 320

BUKITTINGGI Cakrawala.co, – Sebanyak 42 orang wartawan di Kota Bukittinggi menggelar kegiatan Studi Best Practice ke Provinsi Riau.

Rombongan bertolak dari Bukittinggi pada Selasa 14 Desember 2021, dari Kantor Balai Kota Bukittinggi, Bukit Gulai Bancah itu, dilepas langsung Walikota Bukittinggi Erman Safar.

Kunjungan selama 4 hari dari tanggal 14 – 17 Desember 2021, dipimpin Kepala Dinas Kominfo Kota Bukitinggi, Drs. Novri, MPd dan jajaran tim work di Diskominfo Kota Bukitinggi.

Kunjungan hari pertama pada Rabu 15 Desember 2021, rombongan wartawan kota Bukittinggi diterima oleh pemerintahan Kabupaten Siak, di Pendopo Dt. Abdi 4 Suku.

Di Pendopo Dt. 4 Suku (Dt. Pesisir, Dt. 50, Dt. Tanah Datar dan Dt. Kampar), rombongan diterima oleh Asisten 1 Kabupaten Siak, Budi Yono dan Kabid Informasi Komunikasi Publikasi (IKP) Diskominfo Kabupaten Siak, Paula Candra.

Kadis Kominfo Kota Bukittinggi, Novri dalam kesempatannya mengucapkan terima kasih atas sambutan kunjungan Study Best Practice Wartawan Kota Bukittinggi ke Kabupaten Siak.

Nofri juga menyampaikan salam dari Walikota Bukittinggi, Erman Safar, Wakil Walikota Marfendi dan para pejabat di kota Bukittinggi. Novri juga memuji tatanan Kota Siak yang bersih serta rapi dan asri.

“Kami sangat memuji ketertiban, keindahan dan kerapian kota Siak ini. Di dalam perjalanan, tidak ditemukan puntung rokok serta sampah berserakan di jalanan,” ucapnya.

Novri mengatakan, dengan tidak adanya puntung rokok dan sampah, menandakan kota Siak adalah kota sehat dan memiliki udara asri dan sejuk, ujarnya.

“Pesona hutan kota yang masih asri, membuat udara Siak menjadi segar,” bebernya.

Sementara itu, Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Siak, Budi Yono mengatakan, Kota Siak memiliki 14 Kecamatan, 9 Kelurahan, 122 Desa dan 8 Kampung Adat, dengan luas wilayah 8.556, 09 Km2 dan penduduk sebanyak 457.940 jiwa berdasarkan survei tahun 2020.

Budi mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan dari wartawan Kota Bukitinggi ke Kabupaten Siak.

Untuk diketahui, batas wilayah Kabupaten Siak yakni, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sedangkan di sebelah selatan kota Siak berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan dan sebelah barat dengan Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, sambungnya.

Sinergi yang terjadi antara Pemkab Siak dan Wartawan juga dipaparkan secara singkat oleh Budi. Intinya keharmonisan antara Pemkab dengan awak media itu bisa terjadi dengan intensnya komunikasi kedua belah pihak. Tanpa ada intervensi satu sama lain, karena kita sudah menyepakati aturan, di dalam aturan itu juga mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak, tutupnya.

Pada hari kedua, Kamis 16 Desember 2021 pagi, rombongan yang dipimpin Kadis Kominfo Bukittinggi Novri tersebut diterima Direktur Utama Riau Televisi, Ahmad Dardiri di ruang rapat redaksi Riau Pos, di Lantai 3 Gedung Graha Pena yang terletak di Jalan HR. Soebrantas Panam 5, Panam No.KM, RW.10, Sidomulyo Barat, Tampan, Pekanbaru City, Provinsi Riau .

Turut hadir pada kesempatan itu, mantan Pemred Riau Televisi Bambang Suwarno, Pemred Riau Televisi Alseptri Ady, Manajer Program Riau Televisi Sujarno dan Pemred Riau Pos Firman Agus.

Pimpinan Riau Pos Group (RPG), Ahmad Dardiri yang akrab disapa Mas Ade, memaparkan berbagai kebijakan dan kiat-kiat perusahaan menghadapi era pandemi saat ini. Pembicaraan hangat juga terjadi ketika membahas Peraturan Gubernur (Pergub) Riau Nomor 19/2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah.

Karena Pergub tersebut dinilai membawa dampak signifikan terhadap membangun media culture yang positif, berkeadilan, dan memiliki legitimasi hukum. Di sisi lain, Pergub itu juga sudah mulai menjadi acuan kebijakan sejumlah kota/kabupaten di Riau.

Dari diskusi tersebut, juga terungkap bahwa Pemprov Sumbar sudah memiliki peraturan tersendiri terkait kerja sama dengan media massa dalam Pergub Nomor 30 tahun 2018. Namun secara materi baru berupa garis besar dan kriteria-kriteria kerja sama. Dengan kata lain, idi materinya belum sedetail Pergub Riau Nomor 19 tahun 2021.

Sementara itu, Kadis Kominfo Bukittinggi Novri menyimpulkan isi pertemuan dalam tiga hal. Pertama, kebijakan pemerintah daerah terutama dalam aspek anggaran dan hubungan positif dengan media. Kedua, hubungan kelembagaan dengan organisasi kewartawanan dan asosiasi perusahaan media. Dan Ketiga, bagaimana membangun ekosistem layanan media. “Dengan ekosistem ini nantinya bisa mengembangkan kultur berinformasi yang mengedukasi demi kepentingan masyarakat banyak,” ujar Novri.

Kunjungan dilanjutkan dengan mendatangi kawasan wisata baru di Pekanbaru yang bernama Asia Heritage. Di tempat itu para wartawan melihat langsung destinasi bertemakan budaya ASEAN tersebut.

Kawasan wisata ini terletak di Jalan Yos Sudarso, Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Ketika memasuki kawasan Asia Heritage, pengunjung dapat menikmati empat konsep negara ASEAN sekaligus.

Empat negara ASEAN tersebut meliputi negara Chinatown, Little Kyoto Jepang, Korea, Little Jeju Korea, dan floating market Indonesia.

Agar lebih kental nuansa negara tersebut, Asia Heritage menghadirkan berbagai spot foto ikonik keempat negara itu di lahan sekira 16 hektare-nya.

Pengunjung yang ingin benar-benar merasakan liburan ke luar negeri pun disediakan persewaan kostum di Asia Heritage.Mulai dari berburu foto, menyewa perlengkapan selfie, hingga mencicipi semua kuliner lezatnya.

Pengunjung tak perlu jauh-jauh terbang ke luar negeri apabila ingin merasakan sensasi di sana. Seperti Kimono, pakaian tradisional dari Jepang, Hanbok dari Korea, dan lain-lain telah tersedia di kawasan itu.

Selain pakaian tradisional dari empat negara ASEAN, Asia Heritage juga menyuguhkan ragam kuliner khas keempat negara tersebut. Sehingga pengunjung bisa puas saat liburan di sana. Di masa pandemi, objek wisata ini juga terlihat ketat dalam menjaga prokes. Rombongan akan menjalani serangkaian tes sebelum memasuki kawasan tersebut.

Walaupun objek wisata yang merupakan milik pribadi tersebut belum ada di Sumatera Barat, namun setidaknya para wartawan yang berkunjung bisa melihat miniatur beberapa negara asia lainnya di kawasan tersebut.

Rombongan wartawan kemudian kembali ke Sumbar pada Jum’at 17 Desember 2021 dengan dengan beberapa pengalaman baru dari beberapa tempat yang didatangi di daerah Riau tersebut.(Jtr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.