Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

STOP Peredaran Rokok Ilegal di Sidoarjo

0 52

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai. Masyarakat Kota Delta diajak untuk menggempur peredaran rokok ilegal. Di kantor Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 9 Juni 2021.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan program prioritas dalam mendukung jaminan kesehatan nasional dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilaksanakan di  18 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. sosialisasi diberikan bagi dan 75 warga, perwakilan organisasi pemuda, TP. PKK di Balai Desa Jemundo Kecamatan Taman.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Diskominfo Setyo Winarno, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kusdianto, narasumber dari Kasubbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sidoarjo Sri Warso Yudono, Seksi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluh Satpol PP Sidoarjo Kardianto,  Eko Bramantyo sebagai pemeriksa bea cukai ahli pertama bidang penindakan dan penyidikan, Niken Lestrie Premanawatie sebagai kepala seksi penyuluhan dan layanan informasi Bea Cukai Sidoarjo.

Demi meningkatkan wawasan dan kepedulian masyarakat tentang bahaya peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Sidoarjo mengenalkan aturan cukai sebagaimana diamanatkan dalam UU 39 Tahun 2007 tentang cukai.

Kepala seksi penyuluhan dan layanan informasi Bea Cukai Sidoarjo Niken Lestrie Premanawatie mengungkapkan tentunya dengan mengedukasi masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan apabila mengonsumsi atau bahkan menjual rokok ilegal. “Sehingga harapannya peredaran rokok ilegal bisa menurun atau bahkan sudah tidak ada lagi,” harapnya.

Pemeriksa bea cukai ahli pertama bidang penindakan dan penyidikan Eko Bramantyo mengungkapkan dari seluruh rokok yang beredar saat ini, 4,8 persen diantaranya rokok ilegal. “Kita ingin menekan menjadi 1 persen. Padahal sebelumnya peredaran rokok ilegal sebesar 3 persen. Sidoarjo peringkat tiga secara nasional dan Jawa Timur produsen rokok ilegal. Madura, Pasuruan ketiga Sidoarjo,” ungkapnya.

Eko menjelaskan masyarakat bisa membedakan ciri rokok ilegal diantaranya tanpa pita cukai. Rokok di peredaran bebas yang tidak dilengkapi dengan pita cukai pada kemasannya (polos) dapat dipastikan sebagai rokok ilegal.

Rokok dengan pita cukai palsu. Pada pita cukai terdapat fitur pengaman seperti halnya pada uang kertas. Untuk mengecek keaslian pita cukai pada kemasan rokok, dapat memperhatikan seperti Cetakan pita cukai. Pada pita cukai asli, cetakannya tajam.

Kertas pita cukai. Pada pita cukai asli, kertasnya tidak berpendar jika disinari UV. Hologram. Pada pita cukai asli, hologramnya akan terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut yang berbeda.

Rokok dengan pita cukai bekas. Untuk mengenali rokok dengan pita cukai bekas pakai, Eko mengatakan dapat dilakukan dengan memperhatikan adanya lipatan, sobekan, atau bekas lem tambahan pada pita cukai.

Rokok dengan pita cukai berbeda, yang dimaksud rokok dengan pita cukai berbeda adalah produk rokok yang pada kemasannya ditempeli pita cukai yang salah personalisasi dan salah peruntukan.

Pada kesempatan ini Kusdianto menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan cukai rokok. “Masyarakat desa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pengetahuan tentang rokok ilegal. Diharapkan menumbuhkan kesadaran membantu mengurangi konsumsi rokok ilegal dan mendukung program pemerintah gempur peredaran rokok ilegal di Sidoarjo,” jelas Kusdianto.

Sekretaris Diskominfo Setyo Winarno menegaskan sosialisasi ini sangat penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kontribusi DBHCHT untuk kesehatan masyarakat, untuk memberikan wawasan kepada masyarakat agar tetap memelihara dan menjaga kesehatan dengan tidak merokok.

“Memberikan pemahaman manfaat dan dasar-dasar penggunaan DBHCHT, agar setiap daerah bisa membuat perencanaan kerja yang dibiayai DBHCHT pada daerah penghasil cukai sebagai perimbangan yang berkeadilan,” jabarnya.  (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.