STIE Nobel Indonesia dan STIK Mandala Waluyo Jalin Kerjasama Bidang Teknologi Informasi

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – STIE Nobel Indonesia menjalin kerjasama dengan STIK Mandala Waluya Kendari di bidang pendidikan guna melakukan studi pengenalan sistem pembelajaran informasi yang dimiliki STIE Nobel Indonesia berupa E-Learning.

Penandatangan kerjasama dalam bentuk MoU ini dilaksanakan di Gedung STIE Nobel Indonesia Jalan Sultan Alauddin no.212, Makassar yang dihadiri Ketua STIK Mandala Waluya Kendari Ibu DrPH. Tasnim S.K.M., M.M. dan Ketua STIE Nobel Indonesia Bapak Dr. H. Mashur Razak S.E.,M.M.

Menjawab tantangan era industri digital 4.0 pada kesempatan ini Ketua STIE Nobel Indonesia menuturkan pentingnya sistem informasi digital diterapkan dalam institusi pendidikan guna lebih memudahkan mahasiswa dan dosen dalam melakukan proses belajar mengajar.

Sistem informasi digital kami rasa sangat penting diterapkan di institusi pendidikan guna memudahkan mahasiswa dan dosen dalam mengakses dan membagikan informasi,” katanya.

Lanjutnya, pembelajaran melalui teknologi informasi yang mereka miliki E-Learning itu sebagai sarana informasi digital yang sangat memudahkan mahasiswa dan dosen di STIE Nobel.

Ketua STIK Mandala Waluyo Ibu DrPH. Tasnim S.K.M., M.M. menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan istimewa yang diberikan dan berharap kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Terimakasih atas sambutan yang istimewa dari Ketua STIE Nobel Indonesia, dan kami berharap agar kiranya kerjasama ini menguntungkan kita semua, dapat berjalan dengan jangka waktu yang berkepanjangan, kiranya sistem informasi teknologi E-Learning oleh STIE Nobel ini bisa menjadi bahan ajaran untuk institusi pendidikan kami,” tuturnya.

Selain itu, sistem pembelajaran E-Learning ini merupakan sistem informasi digital yang memudahkan mahasiswa dalam mengakses materi pembelajaran yang diupload oleh dosen kedalam sistem E-Learning,” ungkapnya.

Terlebih sistem ini hanya dapat diakses oleh mahasiswa maupun dosen yang memiliki ID registrasi,” pungkasnya.

Era industri 4.0 merupakan tantangan sekaligus peluang khususnya bagi institusi perguruan tinggi, dalam kondisi ini perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi guna menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan.

“Kerjasama ini merupakan langkah strategis kedua belah pihak dalam meningkatkan dan mengembangkan institusi pendidikan di era revolusi 4.0,” tutup Ketua STIK Mandala Waluyo Kendari.(Mir)

Facebook Comments
%d bloggers like this: