Cakrawala News
Portal Berita Online

Steve Pattinama : Media Sosial Menjadi Sangat Penting dalam Toleransi dan Perbedaan di Indonesia

0 125

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Peranan media sosial dalam kehidupan masa kini sangat penting yakni dapat menjadi sarana penghubung dalam perbedaan dan juga menjadi sarana komunikasi akan perbedaan tersebut. Media sosial juga merupakan tempat terbaik untuk  melihat dunia yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Steve Pattinama seorang content creator yang merasa media sosial menjadi sangat penting dalam toleransi dan perbedaan yang ada di Indonesia. Baginya media sosial menjadi penting dalam demokrasi dan toleransi.

Berbicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021) ia memberikan kiat-kiat bijak bermedia sosial agar media sosial tidak dijadikan ajang pertempuran segala perbedaan.

ads harlah pkb

 “Kenapa kita harus pakai media sosial dengan bijak, karena banyak penyusup yang ingin memecah belah. Maka, kita harus hati-hati. Misalnya ketika dapat berita harus lihat dulu sumbernya, kita cari tahu dulu kebenarannya,” jelasnya.

Memang diakuinya sulit untuk mencari tahu pengirim awalnya sebab sudah menyebar dari mulut ke mulut hingga sampai ke kita. Tetapi yang dapat kita lakukan tidak menyebarkan berita itu

Jangan lupa juga untuk mengingatkan kerabat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks karena ada UU ITE yang akan menghukum kita di penjara. Steve menyadari informasi bohong itu sulit dibendung. Ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan banyak organisasi  bergerak menanggulangi hoaks, mematikan salah satu sumber berita. Tetapi pasti akan ada sumber berita lain lagi atau akan ada yang menyebarkan berita kebohongan lagi.

“Saya mempunyai analogi ada gelas diisi air kotor itu kita anggap saja sebagai berita. Bagaimana menghilangkan air kotor dari gelas itu. Tentu kita harus tuangkan air putih sebanyak-banyaknya sehingga air kotor itu naik ke atas sampai akhirnya hilang,” ucapnya.

Walaupun kita tidak bisa mematikan konten negatif di ranah digital Tnah Air namun yang kita dapat lakukan ialah memperbanyak informasi positif dan menyebarkan berita positif supaya informasi negatif, hoaks, ujaran kebencian dan lainnya itu dengan sendirinya dengan lambat laun hilang dari permukaan.

Steve mengingatkan, kita sebagai anak bangsa memiliki tanggung jawab sendiri untuk menjaga keutuhan menjaga demokrasi menjaga toleransi dalam keluarga negara Indonesia ini.

Apa yang disampaikan Steve sesuai dengan harapan Presiden Jokowi saat meluncurkan Gerakan Literasi Digital Nasional 2021. Membanjiri ruang digital dengan konten positif ialah jalan untuk mengurangi hoaks. Maka, Kemenkominfo dengan Siberkreasi menggelar acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar dampak negatif penggunaan internet.

Webinar di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara I Gede Putu Krisna (Ketua Relawan TIK Bali), Denden Sofiudin (Pendiri Rumah Kopi Temanggung), Moh Ridwan (Content Creator) dan Natasya Gracia sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.