Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Status KLB Covid-19 di Solo Diperpanjang, Petugas Satpol PP Galakan Patroli

0 15

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Pemerintah Kota Surakarta kembali memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) covid-19 hingga 21 Juni 2020. Perpanjangan status KLB itu mengacu pada Perppu No 1 Tahun 2020 Bencana Non-Alam Nasional. Perpanjangan KLB juga diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali).

 

Perpanjangan Kejadian Luar Biasa KLB Corona di Solo sendiri hingga saat ini sudah 4 kali diterapkan yang semula diterapkan tanggal 13 maret 2020.Menurut Walikota Solo,FX Hadi Rudyatmo,Perwali diberlakukan demi mengurangi potensi lonjakan kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di kota Solo.kebijakan tersebut dibikin untuk melindungi generasi penerus bangsa dari potensi penularan covid-19″Yang kita utamakan adalah menyelematkan generasi penerus bangsa,dalam Perwali diatur sanksi yang diterapkan jika kebijakan penerapan protokol kesehatan diabaikan”.

Rudy juga menerangkan perwali diterbitkan hari ini, dan langsung diterapkan. Pemkot Solo bekerjasama dengan TNI,Polri dalam menegakkan sanksi yang dilanggar.

Meski memperpanjang status KLB, rumah ibadah sudah bisa dioperasionalkan kembali. Namun tempat hiburan,diskotik,gedung wayang orang dan tempat wisata belum diizinkan beroperasi. “Yang kita undur pertama, untuk tempat-tempat hiburan yang mengundang masyarakat banyak. Contohnya, Gedung Wayang Orang Sriwedari belum diperbolehkan,” paparnya.

Kemudian untuk kegiatan olahraga, lanjut Rudy seperti renang, bola basket yang bersinggungan langsung juga belum diizinkan karena masih rentan singgungan antara yang satu dengan yang lainnya.Selain itu cek thermogun,cuci tangan, memakai masker dan hand sanitizer dan tetap jaga jarak juga tetap ditingkatan.Walikota menambahkan,sSekolah juga sudah diputuskan nanti 13 juli ,jika memang masih mengkhawatirkan akan diperpanjang sampai Desember.nantinya Pemkot Solo juga akan melakukan inovasi inovasi selama satu bulan kedepan,jangan sampai anak anak bosan belajar dirumah, seperti memancarkan radio konata, supaya anak anak dijadak belajar dan mengakses radio anak bebas pulsa.,”tambahnya.

Sementara untuk sanksi juga disiapkan untuk pelanggar protokol kesehatan, terutama di tempat keramaian. Sanksi pertama, yaitu peringatan secara lisan. Kedua, membuat surat untuk tidak mengulangi kembali. Ketiga, yakni upaya paksa pemulangan ke rumah masing-masing.
Petugas Satpol PP juga disiagakan untuk menerapkan sanksi tersebut. Petugas akan berpatroli sekaligus mensosialisasikan terkait Perwali.(AgB)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: