Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Staff KPP Pratama Ponorogo Nyambi Wartawan Terancam Kena Sanksi Usai Unggah Konten Ijazah Palsu Bupati

0 43

Ponorogo, Cakrawala.co – Puluhan masa yang tergabung dalam PMP, relawan Sandal Jepit, relawan semut ireng mendatangi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo guna melaporkan pegawai atau staff yang membuat konten youtube “Sinyal Indonesia” yang mengunggah terkait ijazah palsu Bupati Ponorogo, pada Kamis (20/1/2022).

Unggahan konten youtube yang berjudul “Dilaporkan ke Polda Jatim Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Bupati Giri Terancam 6 Tahun Penjara” ternyata di produksi oleh pegawai atau staff KPP Pratama Ponorogo dengan durasi 7.55 detik pada beberapa hari kemarin seakan membuat kegaduhan di tengah masyarakat dan terindikasi mencemarkan nama baik Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Dengan membawa sejumlah bukti, perwakilan masa dengan di dampingi Didik Haryanto selaku penasehat hukum memasuki guna untuk bertemu dengan Kepala KPP Pratama Ponorogo.

“Pegawai yang juga berprofesi sebagai wartawan di media online tersebut agar ditindak tegas, karena sudah membuat kegaduhan di masyarakat,”terang Didik Haryanto.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Ponorogo, Indra Priyadi menjelaskan bahwa memang betul yang bersangkutan itu adalah pegawai dari KPP Pratama Ponorogo.

“Di kami tidak ada larangan merangkap jabatan sepanjang tidak melanggar aturan, dan contoh melanggar aturan misalnya menjadi pengurus partai, menjadi direktur perusahaan swasta apa lagi kantornya disini atau pekerjaan yang menyinggung masalah politik seperti menyinggung kepala daerah atau legislator dan itu dilarang,”terangnya.

Lebih lanjut, Indra Priyadi menyatakan bahwa ia menyatakan maaf kepada masyarakat Ponorogo atas pemberitaan yang di lakukan oleh salah satu staff nya,”Makanya kami yang pertama tentunya kepada masyarakat Ponorogo mohon maaf kalau memang ada yang dinilai menyinggung pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu staff kami,”lanjutnya.

Dan yang kedua tentunya saya akan memanggil secara kedinasan kepada yang bersangkutan untuk dimintai keterangan apakah betul ini yang membuat dirinya, dan apabila betul maka akan melakukan tindakan pembinaan sampai penjatuhan sanksi bila melanggar aturan.

“Tahunya saya adalah dulu yang bersangkutan dari informasi yang diterima pernah menjadi timses, bagi saya itu sudah masa lalu. Dan ternyata yang bersangkutan mempunyai media dan punya dia sendiri apalagi isinya seperti itu,”tukasnya. (Am/Nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.