Cakrawala News
Portal Berita Online

Sri Sultan Hamengkubuwono X Hadiri Puncak Hari Jadi ke-828 Trenggalek

0 146

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek mendapatkan kado spesial dengan hadirnya Sri Sultan Hamengku Buwono X di malam puncak Hari Jadi ke-828 Muhibah Budaya dengan Kirap Kerakyatan bersama pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kehadiran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) pada acara puncak Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke 828 tahun 2022 mendapat antusias yang luar biasa dari warga masyarakat setempat.

Mengikuti kirab kerakyatan dari Hotel Widowati menuju pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, iring-iringan kereta kuda Sri Sultan Hamengku Buwono X juga diikuti Bupati Trenggalek, Wakil Bupati Trenggalek dan juga seluruh pejabat yang ada di Trenggalek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto mengatakan, tahun 2022 menjadi kado terindah pada perayaan hari jadi Trenggalek ke-828. Sebab di tahun ini tepatnya pada 1 September 2022, dihadiri Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) bisa dikatakan sebagai kado Ulang Tahun Kabupaten Trenggalek tahun ini. Sebelumnya, Pemkab Trenggalek juga sudah mengundang Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Trenggalek. Akan tetapi, karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai maka rencana itu dibatalkan. Dan baru terealisasi dalam puncak peringatan Hari Jadi Trenggalek ke 828 tahun ini,” terang Sunyoto saat dikonfirmasi Kamis (1/9/2022) malam.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga menjalin kerja sama dengan pemerintah DIY. Bahkan Dinas Pariwisata beberapa kali mengirimkan perwakilan ke Yogyakarta saat di sana menggelar kegiatan budaya.

“Ini tadi merupakan rangkaian kegiatan Muhibah Budaya dari Pemerintah Provinsi DIY di Kabupaten Trenggalek yakni merajut mataraman dari Yogyakarta ke seluruh Indonesia yang mana hari ini sasarannya adalah Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, muhibah budaya yang dimulai tanggal 29 Agustus sampai 1 September 2022 berjalan lancar dan cukup mengundang antusias masyarakat Trenggalek dari berbagai kalangan.

“Adapun muhibah budaya ini adalah workshop, pameran, pelatihan tari, rias pengantin dan lain sebagainya. Dan untuk puncak kegiatan muhibah budaya ini tak lain adalah arak-arakan budaya dengan menggunakan kereta kuda yang dihadiri langsung Sri Sultan Hamengku Buwono X,” imbuh Sunyoto.

Setelah acara arak-arakan budaya ini, sambungnya, akan dilanjutkan dengan gala dinner kemudian pertunjukan utamanya hasil karya workshop yang sudah dilakukan beberapa hari lalu. Seperti tari-tarian dan tembang macapat yang sudah diberikan saat pelatihan, ditambah beberapa pertunjukan yang langsung disuguhkan dari keraton DIY.

Disinggung terkait muhibah budaya ini, Sunyoto menerangkan jika keraton DIY itu memiliki kewajiban untuk melestarikan suatu budaya mataram. Kemudian budaya mataram ini bisa untuk disebarluaskan ke seluruh daerah di Indonesia.

“Sehingga merajut budaya mataram ke seluruh daerah di Indonesia ini merupakan tema yang diusung Pemerintah Provinsi DIY. Jadi budaya mataram itu bisa disumbangkan, disebarluaskan dan dilestarikan ke seluruh daerah di Indonesia,” pungkasnya. (ag)

Leave A Reply

Your email address will not be published.