Cakrawala News
Portal Berita Online

Sri Astuti : Kognitif Afektif ialah Pengetahuan Bagaimana kita Melindungi Perangkat Digital

0 153

KABUPATEN GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Perangkat digital yang kita pegang sehari-hari ini juga dapat menjadi ancaman nyata bagi kita. Maka, ada lima kompetensi yang harus dimiliki oleh pengguna media digital yaitu mengamankan perangkat digital, mengamankan identitas digital, waspada dengan penipuan digital (spam, phising, hacking), menjaga rekam jejak digital kita yang baik seperti apa dan terakhir keamanan digital khususnya pada anak ini yang paling penting untuk aman bermedia digital.

Lima dasar itu seperti pegangan bagaimana kita bermedia digital. Maka, dibutuhkan kognitif afektif dan konatif dalam upaya literasi digital ini.

Sri Astuty, Dosen FISIP ULM Banjarmasin yang juga aktif sebagai relawan Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) menjelaskan, kognitif afektif ialah pengetahuan bagaimana kita melindungi perangkat digital. Memproteksi digital kita sendiri itu seperti apa bentuknya untuk mengamankan aplikasi yang kita miliki.

ads harlah pkb

Afektif ialah turut menjaga keamanan digital orang lain. Selain menjaga privasi diri sendiri, jangan lupa untuk melindungi milik orang lain. Hal sederhana yang dapat dilakukan dengan meminta izin saat akan memposting foto dia.

“Bentuk konatif dengan membiasakan kepada diri kita untuk menjaga keamanan digital dengan memperbaharui aplikasi yang kita miliki. Kadang-kadang kita tuh malas untuk update aplikasi karena memberatkan memori atau tidak ada waktu. Padahal ini adalah salah satu langkah yang harusnya menjadi kebiasaan kepada kita semua jika sudah peringatan dari penyedia layanan digital,” jelasnya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (14/6/2021).

Kompetensi pengguna internet yang wajib dimiliki selalu waspada dengan kejahatan digital khususnya menyadari penipuan digital seperti saat sedang berbelanja online. Sadar dengan harga diskon atau penjual yang fiktif atau benar.

Penipuan digital yang terjadi menyangkut informasi yang kita butuhkan dan itu biasanya sangat rapih dapat membuat kita percaya. Seperti informasi lowongan kerja atau dari kartu prakerja, bantuan tunai Covid 19 berkedok vaksin, bansos BLT, undian berhadiah, bantuan kuota pendidikan dan lainnya.

Sebagai pengguna dewasa kita harus lebih cakap bermedia digital gunanya untuk mengawasi mereka yang lebih muda untuk selalu berhati-hati di dunia maya. Sebab, anak-anak kan selalu menjadi incaran, penting bagi anak-anak kita terutama yang masih remaja sebagai generasi emas. Kita dapat memproteksi digital mereka seperti foto atau video seperti yang sebaiknya dipajang, teman-teman seperti apa di media sosial yang boleh berteman dengan mereka.

“Kita dapat menyarankan untuk berteman di media sosial dengan yang dikenal sebab jika dengan seseorang yang tidak kita kenal ada satu risiko yang kemungkinan besar ada risiko negatif, meskipun tidak kita tidak boleh berburuk sangka tapi juga ini sebagai langkah waspada kemungkinan akan terjadi risiko yang ditakutkan,” jelasnya.

Kompetensi literasi digital khususnya untuk keselamatan anak dan keamanan anak di dunia digital memang perlu diperhatikan. Sebagai pengguna dewasa selain mengajarkan mereka yang lebih muda kitapun harus sadar untuk tidak terlalu mengekspos foto anak. Memang menggemaskan saat dia sedang mandi atau berenang, namun perlu diperhatikan dampak yang ada di belakang itu semua. Kemungkinan besar ada yang mengincar keamanan digital anak termasuk jejak digital. Coba lindungi anak-anak kita menjaga keamanan digitalnya dari perundungan, perdagangan anak kasus pedofil dan berbagai macam kejahatan lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (14/62021) ini juga menghadirkan pembicara Lintang Ratri (Relawan Japelidi), Enda Nasution (Koordinator Gerakan #bijakbersosmed), Annisa Junaidi (Pengurus RTIK Sumatera Barat), dan Marsha Risdasari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.