Spanduk Donny Magek Bikin Heboh di Bukittinggi

BUKITTINGGI, CAKRAWALA.CO,- Sebuah terobosan yang sangat berani telah di lakukan oleh salah seorang caleg DPRD Sumbar dari partai Hanura.

Donny Andri Magek Piliang atau yang akrab di panggil Donny Magek minggu pagi telah membuat heboh kota Bukittinggi dan sekitarnya, kehebohan itu muncul ketika masyarakat yang akan berakfivitas pada minggu pagi ini dikejutkan dengan penampakan pada beberapa spanduk APK Donny Magek yang terpasang di beberapa titik seperti Mandiangin, Jambu Air dan lain-lain yang ternyata menyertakan foto Capres dan Cawapres 01 Jokowi Ma’aruf serta ketua umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Menurut salah seorang warga yang sedang melintas bernama Bidin, ini adalah langkah bodoh dan bunuh diri serta tidak pas di wilayah kantong suara Prabowo Sandi.

Sementara pendapat berbeda disampaikan oleh Joni, ini baru anak muda yang berani dan teguh dengan pendiriannya, ketika sudah memilih maka pantang baginya untuk berhenti apalagi surut ke belakang.

Namun demikian apapun menjadi pilihannya tidak akan membuat kami memusuhinya, demikian tandas Joni.

Komentar yang sama juga dilontarkan oleh teman seperjuangnya saat menggulingkan kekuasaan Orba medio 90 an Raymon Lidra Mufti dalam status facebook Donny Magek Piliang.

“WoW.. Itu kata pertama yang terucap dari bibir saya dan juga bibir orang lain saat melihat postingan bung Donny… hari ini,” kata Raymon.

Bagaimana tidak, Donny begitu berani berenang melawan arus sungai yang sangat deras seperti batang antokan di kabupaten Agam sana.

Terlepas pilihan kita sama atau berbeda, “bagi saya bung Donny sudah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, kalau mau berpolitik ya jangan malu-malu, apalagi malu-maluin diri sendiri atau parpol tempat anda bernaung,” kata Raymon lagi.

Sebagian orang bilang politik itu abu abu, tapi bagi Raymon politik itu harus hitam putih, dan tetap harus ada garis demarkasi diantaranya, apalagi ketika kita bicara tentang untuk kemaslahatan semua warga negara.

Berenang melawan arus jelas punya resiko yang tinggi jika tidak kuat, tapi akan jadi suatu prestasi yang luar biasa jika berhasil menyeberangi nya, dan janganlah kita jadi penumpang “biduk hilir”.

Sekitar 20 tahun yang lalu atau tepat tahun 1998, banyak pemuda/i yang berani mati untuk berenang melawan arus yang jelas-jelas lebih deras dari batang Antokan tadi, dan banyak diantara yang mati hanyut karena kuat arusnya ditambah dimangsa buaya-buaya ganas yang selalu menunggu yang lengah.

Lanjutkan perjuanganmu anak muda, ketika hati sudah memilih pantang mundur setapak pun. Sekarang dihadapan sungai berarus deras sudah terbentang arungilah dan jadilah pemenang. Demikian pesan Raymon.

Salam Juang!!!!!

Ken Tzu seorang aktifis dan pengamat sosial mengomentarinya ” ini membuktikan mantagi diranah yang katanya dikuasi opisi ” tabujua lalu, tabalintang lalu taruiiiih….merdeka!!

Figur nan berkomitmen tu otomatis nan punyo mantagi bung, konsisten bantuak anak panah nan melesat dari busurnyo…kanai atau tidak sasarannyo nan jaleh ndak buliah baliak kasaruangnyo lai”

“lebih baik kalah terhormat daripada menang penuh kecurangan”

Status Facebook Donny Magek ini juga tak luput dari komentar bupati Agam Indra Catri “Sekali layar terkembang, surut sudah berpantang”
HAMBUIIII (fur)

Facebook Comments
%d bloggers like this: