Cakrawala News
Portal Berita Online

Sosok Sandiaga Uno: Pemimpin di Era Pandemi Covid-19

0

Sosok Sandiaga Uno: Pemimpin di Era Pandemi Covid-19

Oleh: Annisa Dwita Qurnia (Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Indonesia)

 

Eksistensi Covid-19 yang muncul di Indonesia pada awal Maret 2020 mampu mengguncang hebat berbagai sektor kehidupan, termasuk salah satunya sektor pariwisata. Pandemi ini berimbas pada kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan menurun sebesar 0,6 persen pada 2020 dibandingkan tahun 2019 sehingga perubahan lingkungan yang tidak pasti ini tentunya menjadi PR bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk mencari berbagai alternatif peluang dalam mengoptimalkan sektor pariwisata di tengah keberlangsungan pandemi.

 

Sandiaga as a Leader

Sandiaga Uno mulai mengemban tanggung jawab sebagai Menparekraf sejak 23 Desember 2020 menggantikan Menparekraf sebelumnya, Wishnutama.

Peran seorang leader terlihat jelas dalam diri beliau, seperti ditinjau melalui buku berjudul On Becoming a Leader karya Warren Bennis yang memuat kompetensi mampu menggerakkan orang lain dengan menciptakan makna bersama. Kompetensi ini dimiliki Sandiaga yang ditunjukkan dari visi Kemenparekraf, “menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata kelas dunia” serta kemampuannya dalam menciptakan kolaborasi dengan berbagai pihak maupun organisasi lainnya guna mencapai visi yang tertera.

Kompetensi berikutnya adalah kapasitas adaptasi sebagai upaya pasti untuk deal dengan kompleksitas dan perubahan lingkungan. Kapasitas adaptasi ini menekankan kecepatan sebagai esensi yang menuntut leader untuk segera bertindak. Langkah yang disiapkan Sandiaga Uno dalam hal beradaptasi agar dapat membangkitkan pariwisata kembali adalah dengan tegas menegakan disiplin protokol kesehatan 3M serta mendorong destinasi yang telah bersertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Selain kedua hal tersebut, Kemenparekraf juga tengah mempersiapkan destinasi yang didasari free covid corridor dalam artian mulai dibukanya destinasi untuk pariwisata mancanegara di daerah zona hijau.

 

Sumber Kekuasaan Sandiaga

Sandiaga Uno mempunyai personal power yang sudah kuat pada awalnya karena beliau merupakan pengusaha muda sukses yang berhasil masuk majalah Forbes sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan memperoleh political power. Sumber power yang didapatkannya menjadi bekal untuk menjaga integritas dalam kepemimpinan yang dijalankan.

 

Sandiaga, Kepemimpinan Visioner dan Inovatif

Kapasitas adaptasi sebagai sebuah kompetensi seorang leader ini berhubungan dengan perubahan lingkungan yang mengarahkan pada konsep kepemimpinan visioner. Marno (2007) mendefinisikan pemimpin visioner, yakni pemimpin yang berorientasi pada masa depan dan berupaya memproyeksikan tujuan yang hendak dicapai di masa depan berdasarkan keadaan saat ini.

Hal ini tampak dari diri Sandiaga Uno yang menilai bahwasanya dinamika lingkungan serta peristiwa pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai ini menjadi alasan diharuskannya perubahan fokus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa depan, yakni yang pada mulanya masih melihat kuantitas serta pariwisata massal (mass tourism) menjadi perubahan orientasi ke arah peningkatan kualitas dengan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism).

New idea terkait pengembangan pariwisata turut disampaikannya lewat penginisiasian paket wisata vaksin Covid-19 sebagaimana dilansir melalui laman Tempo. Paket wisata tersebut disesuaikan dengan kondisi destinasi tujuan dengan tetap mengedepankan keamanan bagi para wisatawan sehingga hal ini menunjukkan sisi kepemimpinan inovatif pada diri Sandiaga.

Sandiaga dan Collaborative Leadership

Di samping sebagai seorang pemimpin visioner, Sandiaga juga memaksimalkan konsep kepemimpinan dalam kolaborasi. Yukl (2013) menjelaskan bahwa kolaborasi akan menjadi kuat melalui organisasi berbasis jaringan dimana setiap kelompok diberikan peran yang strategis dan sama pentingnya.

Hal ini ditunjukkan melalui peran serta banyak aktor dalam rencana penyempurnaan kawasan pariwisata, dilansir dari laman Kominfo, yaitu telah dilakukannya fiksasi dengan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), Menteri PUPR (M. Basuki Hadimuljono), dan Menteri BUMN (Erick Thohir), kolaborasi ini ditujukan untuk penyempurnaan infrastruktur yang memiliki fokus khusus terhadap akses menuju kawasan pariwisata.

Selain itu, kolaborasi dilangsungkan bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dikoordinasikan oleh Kemenparekraf, yaitu dengan meluncurkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan skema akreditasi CHSE yang diharapkan menjadi main standard pelayanan di sektor parekraf.

Sandiaga dan Era Digital

Adapun personal branding yang dilakukan oleh Sandiaga Uno dengan memanfaatkan media sosial, salah satunya instagram merupakan hal yang apik dilakukan sebab ini mencerminkan kepemimpinan di era digital apalagi didukung dengan kondisi pandemi yang membuat masyarakat banyak menghabiskan waktu untuk beraktivitas di media sosial. Kepemimpinan di era digital memerlukan sosok pemimpin yang melek teknologi dan peka terhadap arus digitalisasi yang berkembang pesat sebagaimana diri Sandiaga Uno.

Blyznyuk (2018) memberikan komponen dalam kompetensi digital, yaitu informasi, komunikasi, kreasi konten, keamanan, dan pemecahan masalah edukasi. Postingan beliau di instagram pribadinya menyiratkan bahwa adanya upaya melangsungkan keakraban dengan masyarakat lewat media komunikasi digital, kemudian postingan yang ada menjadi insight baru dalam bentuk serangkaian informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui destinasi wisata yang ada di Indonesia serta perihal perekonomian kreatif.

Penyajian konten postingan yang “kekinian” itu rasanya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi, seperti virtual tour, sudah bukan menjadi hal baru lagi yang dilakukan sebagai pengobat rindu dalam memenuhi keinginan berwisata.

Sebagai penutup, tiga kunci yang digaungkan, “inovasi, adaptasi, kolaborasi” sejatinya mengandung apa yang sesungguhnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga perwujudan dari tiga kunci tersebut diharapkan selalu konsisten serta mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.