Cakrawala News
Portal Berita Online

Sosok Nelson Pomalingo Dinilai Sebagai Pemimpin Teladan

0 288

CAKRAWALA GORONTALO – Sosok dan karakter yang dimiliki Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dinilai banyak kalangan sebagai pemimpin yang patut diteladani.

Seperti halnya yang disampaikan salah satu warga Kabupaten Gorontalo, Helmy Hippi.

Dia mencontohkan keteladaan sang profesor patut diikuti saat ia mengikuti kotestasi Pilkada Kabupaten Gorontalo pada beberapa waktu lalu.

Dirinya mengatakan, proses kontestasi demokrasi adalah suatu hal yang biasa dan tidak ada yang luar biasa bagi seorang profesor Nelson Pomalingo.

”Karena itulah beliau (Nelson-red) bukan orang yang ngotot-ngototan seperti orang lain, jika ingin meraih sesuatu. Bahkan pula kami menilainya sebagai sosok yang tidak ambisius, ” tukas Helmy Hippi saat menggambarkan sosok Nelson Pomalingo kepada awak media.

Helmi juga mengenang proses demokrasi pada awal pemilihan Gubernur Gorontalo. Di mana Nelson termasuk  salah satu calon Gubernur pada waktu itu.

Tapi dia kalah dan tidak ngotot karena dirinya ingin memberikan ruang kepada orang-orang yang punya kapasitas dan keinginan untuk membangun Gorontalo,” tuturnya

Dalam kontestasi Pilgub tersebut, kata Helmy, walaupun Nelson kalah, tetapi dia menjadi orang yang pertama memberikan selamat buat pemenang Pilgub waktu itu yakni paket NKRI.

“Dirinya tidak menandatangani gugatan kala itu, karena sebagai calon wakil gubernur, pak Nelson bukan dalam kapasitas sebagai penentu, menandatangani atau bahkan diminta untuk menandatangani proses gugatan di Mahkamah konstitusi, ” ujar Helmi.

Helmi menimpali bahwa Prof Nelson bisa saja menggunakan kapasitasnya sebagai Bupati, untuk mengintimidasi ASN agar melakukan kecurangan untuk kemenangan dirinya.

” Ya, tapi ini terbalik. bahkan disaat pilkada tak ada instruksi atau semacamnya. Beliau tak ada perintah apa apa, baik kepada SKPD, Camat atau siapapun. Buktinya kami mendengar isu, hampir 90% ASN tidak mendukung Profesor Nelson Pomalingo,”  Ujarnya.

Kata Helmi, Nelson malah membiarkan proses demokrasi itu berlangsung dengan baik, sewajarnya,  dan apa adanya.

“Sama sekali tidak melakukan intervensi terhadap pemerintahan. Jadi, pada dasarnya proses kontestasi ini adalah proses yang diinginkan oleh rakyat,” ungkapnya

Oleh sebab itu, kata Helmi, kini rakyat sudah memilih. Mestinya kalau memang menjadi pemimpin yang bijak, negarawan, harusnya tidak ambisius dan memperlihatkan jiwa kenegarawanan.

“Jiwa besar yang menerima dan menghargai pilihan rakyatnya adalah yang paling ideal. Bukan menyampaikan bahwa rakyat adalah tukang bohong dan sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu tokoh pemuda Bongomeme, Edi Nurkamiden menyebut, Profesor Nelson Pomalingo adalah orang yang selalu menghormati proses regulasi.

Kata dia, apa pun yang terjadi, Neslon Pomalingi selalu melaluinya dengan baik dan tidak grasak-grusuk.

” Bisa saja, seluruh pendukung melakukan tindakan atau apa saja bagi siapapun orang yang menentang. Tetapi beliau (Nelson) selalu mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak tatanan demokrasi. Karena tujuan Sang Profesor hanya mau untuk membangun daerah bukan untuk merusak daerah,” pungkas Edi.

(Aden)

Leave A Reply

Your email address will not be published.