Solidaritas Mahasiswa Papua Dari Gorontalo

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- 19 Agustus 2019; sekitar pukul 13.00 Wita, sejumlah mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di Gorontalo menggelar aksi damai. Meski di tengah teriknya matahari satu persatu dari mereka menyuarakan orasi dengan penuh semangat karena amarah.

Dengan membentangkan spanduk kurang lebih satu kali tiga meter bertuliskan: “Stop Intimidasi dan Rasisme” turut menjadi pelengkap aksi damai yang digelar di dalam halaman asrama mahasiswa Papua, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo itu.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah mengutuk fakta atas Intimidasi, Rasisme, dan Diskriminasi yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya,” ucap Ewen selaku korlap aksi.

Kekesalan itu, membuncah perihal adanya peristiwa yang terjadi di asrama Papua, jalan kalasan No.10, Surabaya, Jawa Timur pada jum’at (16/8/2019) sore. Di mana mahasiswa yang tinggal di asrama itu dituduh telah melakukan pengrusakan terhadap bendera Merah Putih.

“Kami diteriaki: anjing! babi! monyet!. Dan bahkan mereka meminta mahasiswa Papua untuk pulang ke tanah airnya (Papua).”

Ewen begitu menyayangkan sebuah perlakuan tidak manusiawi yang menimpa 43 kawan-kawan mereka di tanah perantauan tersebut. Akibat dari peristiwa itu, beberapa di antara mereka juga mengalami tindakan kekerasan.

“Padahal kita ini adalah manusia. Punya darah yang sama; dan sama-sama adalah ciptaan Tuhan,” ungkap dia.

Namun di sela-sela luapan amarah dan mata berkaca-kaca yang terlihat dari sejumlah masa aksi itu, Ewen mengatakan semoga peristiwa seperti ini tidak akan lagi terulang.

Terpantau aksi damai tersebut dilakukan di dalam asrama Papua di Gorontalo selama kurang lebih satu jam.***

Facebook Comments
%d bloggers like this: