Soal Pemindahan Ibu Kota, Tokoh Dayak Minta Jangan Sakiti Rakyat Kalteng

PALANGKARAYA KALTENG CARAWALA.CO ,- Ucapan Sofyan Djalil atas pernyataan sikapnya dengan mengatakan ibu kota pemerintahan ditetapkan di Kalimantan Timur menimbulkan gejolak baru di kalangan warga masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tokoh Dayak Kalteng Sabran Ahmad yang juga saksi sejarah berdirinya kota Pahandut atau Palangkaraya merasa berang atas pernyataan sikap tersebut.

“Sebagai seorang menteri dirinya harus bisa menyadari bahwa menteri adalah bawahan Presiden, jadi yang berhak menyampaikan tersebut adalah Presiden bukan Sofyan Djalil. Saya rasa Sofyan Djalil harus menarik pernyataan tersebut.”kata Sabran Ahmad tokoh dayak Kalteng, Sabtu (24/8/2019) menanggapi adanya pernyatan Menteri Sopyan Djalin mengenai kepastian pemindahan ibu kota Pemerintahan  RI baru baru ini.

Menurutnya, kalau mau jujur ia  mengakui bahwa maket propinsi Kaltim memang sudah menyiapkan puluhan tahun untuk persiapan ibu kota serta kemampuan dana pemerintah.

” jadi wajar mereka ingin mengajukannya untuk bisa diakui.”imbuhnya.

Selain itu juga lanjut Sabran Ahmad dukungan semua masyarakat Kaltim  sangat responsip atas keinginan pemerintah untuk mengambilnya sebagai ibu kota pemerintahan RI pada rencana pemindahannya.

Ia menyebut jika melihat sejarah tentang Kalteng jelas sudah apa yang disampaikan presiden Pertama RI Ir. Soekarno yang telah menyiapkan perencanaannya untuk dijadikan ibu kota negara.

“Namun setelah adanya pencanangan tersebut tidak ada tindakan yang khusus dari pemerintah provinsi Kalteng untuk kelanjutannya karena kondisi daerah kita pun masih dalam tahap pembangunan sekalipun sudah berganti beberapa Gubernur.”ungkapnya.

Terkait sudah ada gambaran Kalteng untuk dijadikan ibu kota Pemerintahan di segitiga emas yaitu Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas, Sabran Ahmad menyesalkan sosialisasi dari Gubernur Kalteng yang dinilainya tidak ada.

“yang ada  hanyalah informasi sekilas lewat media massa atau sosmed. saya sangat menyesalkan hal tersebut,”ujarnya.

Ia menambahkan seharusnya dengan adanya penetapan dari Presiden RI Ir.Joko Widodo untuk Kalteng yang akan dijadikan ibu kota pemerintahan, semua masyarakat segera diberitahu termasuk didalamnya para  tokoh adat dan agama segera dikumpulkan sehingga semuanya bisa menyambut dengan berbagai cara baik lewat umbul-umbul, spanduk atau propaganda lainnya untuk penyambutan tersebut.

“Jujur saya pun tidak pernah terlibat dalam persiapan Kalteng dijadikan ibu kota, padahal saya adalah orang yang ikut dan saksi sejarah saat Presiden Soekarno menanda tangani ditetapkannya kota Palangkaraya sebagai Ibukota provinsi Kalteng.”tukasnya.***HT

Facebook Comments
%d bloggers like this: