Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Soal Corona,Doni Monardo Anjurkan Warga Malut Makan Ikan dan Kelapa Muda

0 85

TERNATE,CAKRAWALA.CO-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus COVID-19 Nasional Doni Monardo menganjurkan warga Maluku Utara perbanyak konsumsi ikan laut (Seafood) supaya dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk cegah COVID-19.

Anjuran itu disampaikan Doni dalam konfrensi pers dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto di Ternate Maluku Utara,Senin (6/7/2020)

” Saya pesan kepada Sodara-sodara saya yang ada di Maluku Utara karena obat COVID-19 ini belum ditemukan. Kalau pun ada juga cuma pada peningkatan imunitas. Sehingga itu warga Maluku Utara punya potensi meningkatkan imunitas dengan cara konsumsi ikan tuna,kerapu,mubara semua jenis ikan” ujarnya.

Dengan protein yang sangat tinggi,kata Doni,ikan laut juga memiliki kandungan Omega 3. Banyak negara di dunia ingin mendapatkan suplemen Omega 3 itu.

Ikan di Maluku Utara sebut Doni, tumpah ruah sehingga iya meminta masyarakat setiap hari dapat konsumsi ikan atau makan laut.

” Begitu juga lobster, kepiting,udang semua jenis makanan berkualitas ada di Maluku Utara oleh karena itu orang Maluku Utara tidak boleh kena COVID-19 asalkan rajin makan ikan.

Selain makan ikan, Ketua Gugus Tugas Nasional itu menyarankan masyarakat mengkonsumsi air kelapa muda.

” Bagus untuk kesehatan, banyak orang sekarang konsumsi kelapa muda.itu potensi daerah jangan di sia-siakan,”tutup Doni.

Sementara Menkes Terawan Agus Putranto
menyatakan kunjungan dirinya ke Maluku Utara untuk melihat secara nyata apa yang sangat di butuhkan daerah dalam penanganan COVID-19.

” Kata gubernur permasalahan di Malut hanya persoalan PCR, mesinnya sudah ada namun membutuhkan tenaga yang mengoperasikan mesin tersebut yang belum ada sehingga sementara dilatih,” ucap Terawan.

Ia menyatakan persyaratan penggunaan PCR cukup ketat,agarsupaya laboratorium PCR tersebut benar-benar steril tidak terjadi episentrum atau penularan baru karena pengambilan spesimen hasil Sweb yang sangat beresiko.***(IVN/ID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: