SNI Award Petrokimia Untungkan Konsumen

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Menerima penghargaan tertinggi SNI Award dengan predikat Platinum, tak hanya membuat bangga seluruh karyawan dan manajemen PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, namun juga menguntungkan konsumen pupuk yang tak lain adalah para petani.

Hal tersebut disampikan Manager Engginering PT Petrokimia Gresik, Arif Fauzan saat menerima kunjungan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, dalam kunjungan industri bersama peserta Indonesia Quality Expo dan media massa, di kantor PT. Petrokimia Gresik, (27/10/2018).

Menurut Fauzan, dengan jaminan SNI pada setiap produknya menyebabkan para petani merasa nyaman dan aman dalam menggunakan semua produk. “Jadi yang diuntungkan dari SNI Award tersebut adalah konsumen yang pastinya merasa yakin nyaman dengan produk-produk Petrokimia,” tegasnya.

Selain itu, kata Fauzan, SNI mampu membuka pasar Internasional ke Philipina dan India, karena mereka juga menerapkan standar dan jaminan yang ketat dalam pembelian produk. “Dengan SNI ini pasar menjadi semakin terbuka dan kompetitif,” ungkapnya.

Sementara Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan, SNI Award Platinum diberikan melalui serangkaian seleksi administratif hingga on site (peninjauan ke lapangan, Red). Ketatnya seleksi menjadikan SNI Award sebagai penghargaan yang prestisius dan para penerima SNI Award bisa menjadi role model bagi perusahaan atau organisasi lain,” ujar Bambang.

Diraihnya SNI Award oleh Petrokimia Gresik, tentu sangat menguntungkan buat perusahaan ini. “Kami yakin, kepercayaan konsumen terhadap produk Petrokimia semakin meningkat. Dengan pengelolaan perusahaan yang baik dan efisien, produk-produk Petrokimia semakin diterima pasar dalam negeri dan laku dijual di pasar internasional,”ujar Bambang.

Petrokimia Gresik diketahui menerapkan SNI yang bersifat wajib maupun sukarela untuk 21 produk Petrokimia Gresik. Sertifikat Sistem Manajemen Mutu yang diraih meliputi Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001, Sistem Manajemen Mutu Lingkungan SNI/ISO 14001, SMK3 (PP 50/2012), Standar Manajemen Halal (HAS 23000), Standar Manajemen Keamanan Pangan (SNI ISO 22000), SNI ISO/IEC 17025:2008, Sistem Manajemen Energi sesuai dengan PP No.09-2009, serta Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan.

Selain menerapkan SNI, perusahaan ini juga aktif ikut serta mengembangkan SNI, diantaranya pada tahun 2015 menjadi konseptor perubahan SNI Gypsum (SNI 15-0715-1989) menjadi SNI Gipsum Buatan (SNI 0715 : 2016). Pada tahun 2017, PT Petrokimia Gresik menjadi konseptor perubahan SNI Kapur untuk Pertanian (SNI 02-0482-1998) terkait dengan perubahan persyaratan mutu yang mengakomodir persyaratan mutu lingkungan hidup. Dan pada tahun 2018, PT Petrokimia Gresik bersama dengan Balai Tanah Kementerian Pertanian menjadi konseptor penyusunan SNI Pupuk Organik Padat. SNI tersebut diusulkan untuk melindungi konsumen terhadap produk pupuk organik yang beragam.

Di bidang penilaian kesesuaian, perusahaan memiliki laboratorium penguji sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 untuk pengendalian mutu bahan masuk, pengendalian mutu dalam proses dan pengendalian mutu produk akhir. Perusahaan juga memiliki laboratorium kalibrasi sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 untuk memastikan kinerja peralatan ukur dan uji yang digunakan senantiasa valid dan tertelusur ke standar nasional/internasional. Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi yang dimiliki telah memperoleh akreditasi sebagai Laboratorium sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“BSN ikut bangga terhadap Petrokimia Gresik dan berharap perusahaan-perusahaan lain terutama di Gresik, bisa meniru kesuksesan Petrokimia Gresik dalam menerapkan SNI. Sudah ada 74 perusahaan penerap SNI di Gresik. Tentunya, keinginan kita bersama adalah terus bisa memiliki produk-produk Indonesia yang unggul, aman, dan berdaya saing sehingga kita bisa bangga di hadapan negara-negara lain,”pungkas Bambang. (Zen)

Facebook Comments
%d bloggers like this: