Cakrawala News
Portal Berita Online

SMA/SMK di Gresik Belum Ada yang Membuka Uji Coba KBM Tatap Muka

0 1,569

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, Selasa (18/8/2020) sebagaimana amanat Gubernur Jawa Timur untuk SMA/SMK di daerah yang masuk zona oranye dan kuning Covid-19, ternyata belum bisa diimplementasikan di Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan Cabang Jawa Timur Wilayah Gresik, Puji Astuti mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi kesiapan sekolah untuk KBM tatap muka, sehingga belum ada satupun sekolah tingkat SMA/SMK di Gresik yang melaksanakan KBM hari ini.

“Kami masih lakukan verifikasi kesiapan sekolah untuk KBM tatap muka, sehingga belum ada sekolah yangmemulai tatap muka,” jelasnya.

ads bukopin

Ditambahkan Puji, uji coba KBM sebagaimana petunjuk Pemprov baru akan dimulai Senin pekan depan. Sebab, pihaknya masih menunggu arahan dari Bupati Gresik.

“Untuk uji coba KBM tatap muka sebagaimana petunjuk dari propinsi masih akan mulai Senin minggu depan.kami juga masihmenunggu arahan dari bapak bupati,” tambahnya.

Sementara itu, suasana di SMA Negeri 1 Gresik terlihat lengang. Tidak ada aktivitas mencolok di sekolah yang berlokasi di jalan Arif Rahman Hakim, Gresik tersebut.

Bahkan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 1, Abdul Mukti mengatakan KBM tatap muka kemungkinan akan dilaksanakan tanggal 1 September 2020, menyusul adanya kekhawatiran wali murid terhadap penyebaran Covid-19.

“InsyaAllah kita baru akan memulai KBM tatap muka pada 1 September 2020 karena ada kekhawatiran wali murid yang disampaikan ke pihak sekolah berkaitan dengan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Menurut Mukti, sebelum pembukaan kembali KBM tatap muka, pihaknya akan meminta masukan langsung wali murid melalui grup-grup whatsapp, sehingga berbagai kekhawatiran tersebut bisa diantisipasi sedini mungkin.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk jenjang SMA/SMK secara bertahap mulai tanggal 18 Agustus 2020 hari ini atas persetujuan bupati/wali kota.

Khofifah mengatakan sekolah yang dibuka tidak boleh berada di zona merah virus corona (Covid-19). Sekolah di zona kuning yang boleh dibuka juga tidak diperkenankan diikuti 100 persen siswa per kelas. Hanya 50 persen dalam satu ruangan.

Sementara sekolah di zona oranye hanya boleh diikuti 25 persen siswa dalam satu kelas. Setiap sekolah diminta menyiapkan 4 mata pelajaran setiap hari dengan durasi 45 menit setiap pelajaran. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.