Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Siti Mukaromah : Pancasila Adalah Konsensus Negara yang Sudah Final

0 20

BANYUMAS. JAWATENGAH. CAKRAWALA.CO – Anggota DPR RI FPKB Siti Mukaromah menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Publik PMII Komisariat Walisongo IAIN Purwokerto yang diselenggarakan pada Sabtu (18/7) di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas. Dalam kegiatan tersebut mengusung tema RUU HIP, Perlukah..? yang juga dihadiri akademisi dan mahasiswa.

Erma panggilan akrab Siti Mukaromah mengatakan, Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang sudah final. Pancasila lahir melalui dinamika yang panjang hingga akhirnya menjadi konsensus bernegara. Dalam hal ini, RUU HIP adalah inisiatif DPR yang diusulkan oleh Fraksi PDI Perjuangan, sementara RUU Perlindungan Ibu dan Anak adalah inisiatif DPR yang diusulkan oleh Fraksi PKB.

“RUU bisa diajukan oleh pemerintah, DPR, maupun DPD. Saat ini sedang diperbincangkan dimana mana mengenai RUU HIP, berbagai polemik terjadi. Proses panjang sudah dilalui dan masih menunggu persetujuan presiden, jika sampai 60 hari tidak ada jawaban, maka pembahasan tidak dapat dilanjutkan. Tetapi Pancasila adalah sebagai konsensus negara adalah sudah final,” tegas perempuan Ketua DPC PKB Kabupaten Banyumas tersebut.

Erma melanjutkan, setiap RUU tidak diperbolehkan keluar dari UUD 45. Maka dalam menyikapi dinamika RUU HIP, PKB senantiasa memperhatikan dengan cermat dan hati-hati. PKB mengambil langkah langkah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada serta mengedepankan sikap santun agar tidak menambah kegaduhan dalam masyarakat. “Jika RUU HIP hendak diganti dengan RUU BPIP, maka secara prosedur juga harus ditarik dulu dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan kemudian baru diusulkan kembali,” kata Erma yang juga menjafi Ketua DPP Perempuan Bangsa.

Pandangan dari narasumber yaitu dari akademisi yang juga Wakil Rektor 2 IAIN Purwokerto Dr Ridwan MAg berpandangan bahwa RUU HIP menjadi sensitif dan seksi, karena menyangkut falsafah atau dasar negara, isu komunis juga menjadi daya tarik tersendiri dalam RUU ini. Menurutnya, RUU HIP dari sisi substansi memang banyak permasalahan. Sementara untuk narasumber lain dari PKS menilai tentang pasal ekasila dan trisila kurang relevan dengan Pancasila. Sementara narasumber dari PDI Perjuangan menganggap polemik RUU HIP hanya dijadikan sebagai pengalihan isu saja dari isu utama hari ini. (Agus Munandar/cakrawala.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: