Cakrawala News
Portal Berita Online

Siti Mukaromah : Atasi Corona, Pemerintah Diminta Alokasikan Anggaran ke Pesantren

0 90

JAKARTA. CAKRAWALA.CO – Anggota Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR RI, Siti Mukaromah atau akrab disapa Erma meminta pemerintah dapat mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 atau korona ke pondok pesantren. Pasalnya, sebelum pandemi korona, proses belajar mengajar di pondok bersifat komunal dan banyak aktifitas yang memang dilakukan secara bersama-sama.

“Anggaran untuk penanganan korona bisa dialokasikan ke pesantren. Pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam aktivitas belajar mengajar new normal. Hal itu bertujuan supaya santri maupun pengajar tetap menerapkan protokol kesehatan selama proses belajar mengajar,” papar anggota DPR RI komisi VI dari Fraksi PKB, di Jakarta, Rabu (27/5).

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencontohkan, dukungan sarana dan prasarana yang memadai di pesantren. “Kebutuhan yang dapat dipenuhi di pondok pesantren seperti alat rapid test Covid-19, kamar yang memadai sehingga tidak diisi terlalu banyak santri, kamar tidur, kasur, kran tempat wudhu dan toilet, vitamin penambah imun dan hal-hal teknis lain. Lalu, bantuan yang dapat membantu keberlangsungan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren,” katanya.

Erma menilai, selama berlangsungnya wabah Corona, Pondok Pesantren cukup mengalami dampak signifikan. Hal yang terlihat jelas adalah santri dipulangkan, sementara tidak semua Wali Santri memiliki kemampuan dalam membayar iuran bulanan bahkan sebagian ada yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Disisi lain pesantren juga harus tetap memberi penghidupan bagi pengajar, ustadz, ustadzah dan guru-guru.

“Dalam mendorong terealisasinya alokasi anggaran penanganan Covid-19 untuk Pondok Pesantren, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar hal ini masuk dalam Revisi Peraturan Presiden Nomor 54/2020 terkait Pemulihan Ekonomi Nasional. Hal yang juga perlu dilakukan, seperti sosialisasi atau panduan teknis dari Pemerintah mengenai bagaimana menerapkan ‘New normal’ dalam proses belajar mengajar di Pondok Pesantren. Apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan sehingga proses belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya. (Agus Munandar/cakrawala.co)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: