Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Sistem Pertanian Terpadu, Tingkatkan Pencapaian Produksi yang Stabil

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo, mengatakan bahwa keunggulan sistem pertanian terpadu yaitu; Optimalisasi sumberdaya lokal, meminimalisir kerusakan lingkungan, keanekaragaman atau diverifikasi usaha, memadai dalam jangka panjang, menciptakan kemandirian dan pencapaian tingkat produksi yang stabil.

“Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu, merupakan penggabungan semua komponen pertanian. Seperti tanaman kelapa dalam suatu sistem usaha pertanian yang terpadu,” kata Rahmat, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, sistim pertanian terpadu merupakan salah satu sasaran dalam prioritas pembangunan nafas cita Kabupaten Gorontalo, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo 2016-2021 yang harus di capai.

“Prioritas pembangunan itu meliputi; Penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi pertanian terpadu, pengembangan ekonomi kreatif, infrastruktur dan lingkungan hidup.”

Ia menjelaskan, Provinsi Gorontalo memiliki potensi areal perkebunan cukup besar yang tersebar di berbagai kabupaten. Berdasarkan data, terdapat 11 jenis tanaman perkebunan yang di budidayakan oleh Rakyat. Areal perkebunan yang paling dominan adalah tanaman kelapa (dengan luasan mencapai 44.420,44 ha) diikuti oleh kemiri, kakao, cengkeh, aren dan kopi.

Melihat kondisi ini, kata dia, Provinsi Gorontalo cocok untuk pengembangan komoditas pertanian, khususnya perkebunan.
“Kendala utama dalam pengembangan agribisnis kelapa di Gorontalo, sebagaimana di provinsi lainnya, adalah rendahnya produktivitas tanaman, yakni rata-rata hanya 1 ton kopra/ha/tahun. Sehingga dibutuhkan program yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitasnya,” ujarnya.

“Potret komoditi kelapa di Gorontalo, dan juga kondisi yang diharapkan dalam pembuatan tujuan proyek perubahan ini, ada tiga: yakni tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.”

Jangka pendek lanjutnya, ingin terbangunnya kesadaran masyarakat melalui intervensi pemerintah dan penguatan jaringan stakeholder untuk peningkatan produktivitas kelapa. Dan jangka menengah, tersedianya peraturan bupati yang mengatur masyarakat dalam penggunaan lahan perkebunan kelapa bagi masyarakat.

“Juga, pendataan masyarakat kepemilikan kelapa beserta luas lahan serta wilayah-wilayah berpotensi untuk pengembangan kelapa; tersedianya lokasi-lokasi pembibitan kelapa di beberapa wilayah dan terlaksananya kerjasama dengan lembaga penelitian di Perguruan Tinggi.”

Dan untuk jangka panjang, kata dia, meningkatnya jumlah populasi kontribusi; produksi dan produktivitas kelapa di Gorontalo dan meningkatnya kesejahteraan petani kelapa.***(Apr/Adv)

Facebook Comments
%d bloggers like this: