Cakrawala News
Portal Berita Online

Sindikat Penempatan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural adalah Penghianat Republik

0 23

MAKASSAR, Cakrawala.co – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan Sindikat Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural adalah Pengkhianat Republik, Rabu (05/08/2020) di kantor UPT BP2MI.

Dalam diskusi dan pertemuan dengan Mitra Kerja dan LSM, Benny mengatakan dalam Keterangan Persnya yang disampaikan Humas BP2MI kepada Cakrawala.co., “Ini masalah akut, yaitu  Sindikat Penempatan  PMI non prosedural adalah  oknum. Kami sepakat sindikat adalah musuh bersama dan penghianat Republik dan merah putih”

Sesuai arahan Presiden Jokowi, lanjut Benny, sudah sangat tegas untuk menyikat sampai tuntas para sindikat tersebut. Presiden juga telah menegaskan untuk memberikan perlindungan kepada PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.

ads bukopin

“Berikan perlakuan hormat kepada mereka, bahkan kita akan siapkan jalur khusus untuk mereka ketika tiba di Bandara saat PMI tiba di tanah air. Negara memang harus hadir untuk PMI,” ujarnya

Benny menegaskan, bahwa Republik ini satu jengkal pun tidak layak dihuni oleh mereka yaitu para sindikat dan mafia. “Jika aparatur saya terlibat dengan oknum dan sindikat ini. Pasti saya akan tindak tegas. Ini adalah terobosan dan saya harap ini bisa direalisasikan di lapangan demi  untuk kebaikan dan kesejahteraan PMI,” katanya.

Sejak menjabat Kepala BP2MI, Ia mengaku banyak  menemukan problem akut terkait nasib PMI. Seperti adanya perbedaan data PMI yang berbeda antara data yang dimilki BP2MI dengan data yang dimilki  Kementerian/Lembaga terkait. Selain itu, masih adanya praktik  ijon rente yang menjerat PMI.

“Harapan dan mimpi PMI sudah dibajak oleh sindikat ijon dan rente ini. Untuk itu, pelindungan harus diberikan kepada mereka baik di mulai sebelum, saat dan sesudah bekerja. Kita juga ingin semua single data terkoneksi sehingga semua K/L memiliki data yang sama tentang data PMI,” ujarnya. (sdk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.