Cakrawala News
Portal Berita Online

Sidoarjo Forum Akan Laporkan Pemdes Permisan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Permisan, Kecamatan Jabon yang dibangun pada tahun 2019 diduga asal-asalan tanpa perencanaan yang jelas. Kini kondisinya mengenaskan yakni sudah roboh. Heru Sastrawan Koordinator Sidoarjo Forum, akan mengambil sikap akan melaporkan kasus tersebut di Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Saat dikonfirmasi cakrawala.co, Heru Sastrawan menjelaskan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) harus transparan dan mengatakan siapa kontraktornya jika dibangun menggunakan jasa pihak ketiga dan berapa anggaranya.

“Ini perlu di cari siapa kontraktornya ? jika dikerjakan oleh pihak ketiga. Jelas ini meghamburkan uang rakyat, pembangunan tahun 2019 sudah roboh di awal tahun 2020,” ungkap Heru.

Lokasi TPST Desa Permisan yang roboh.

Sebagai Koordinator Sidoarjo Forum, Heru akan secepatnya konsultasi dan melaporkan ke pihak berwenang agar pihak berwenang melakukan penyelidikan terhadap proyek yang dikerjakan asal-asalan ini.

“Secepatnya saya konsultasi kepada Kejari untuk segera diadakan penyelidikan,” tegas Heru yang berkomitment akan mengungkap dan memberantas oknum-oknum nakal penikmat uang rakyat kecil.

Informasi dari warga Desa Permisan yang tidak mau disebutkan namanya. TPST di Desa Permisan gagal perencanaan dikarenakan dibangun diatas tanah irigasi yang dilalui saluran pipa gas. Dan proses pembangunan tentunya melalui perencanaan APBdes.

Pj Kades Permisan Juariyah saat dikonfirmasi awak media enggan berkomentar atau tidak mau ikut campur masalah tersebut. “Maaf mas saya akan rapat di dinas di Sidoarjo tidak bisa wawancara,” ujarnya saat ditemui di kantor Kecamatan Jabon.

Heru Sastrawan.

Untuk diketahui TPST Desa Permisan dibangun pihak Pemdes Desa Permisan. Sekretaris Desa (Sekdes) Nawaib, saat dikonfirmasi mengaku tidak tau apa-apa karena pembangunan itu di kerjakan, di periode mantan Kades Imroatul Ustiyah.

“Jika ditanya soal pembanguann fisik yang ada di desa saya tidak tau. Namun saya taunya TPST itu roboh terkena angin puting beliung,” Kata Sekdes.

Sekdes menambahkan jika biaya pembanguan TPST dibangun menggunakan dana gotong-royong bukan Dana Desa.  “Dibangun menggunakan dana gotong royong sumbangan dari warga dan desa. Bu Kades saat itu ikut nyumbang gak tau berapa,” Ucap Sekdes

Sementara itu Camat Jabon, Mokhamad Aziz Muslim. Mengatakan jika sebelumnya sudah dirapatkan di Desa disarankan untuk disuruh pindah sebab berbahaya ada saluran pipa gas.

“Di TPST tersebut terkadang ada pembakaran sampah. Sementara itu tertanam pipa gas milik pertamina. Sehingga bisa berbahaya, jika ada proses pembakaran sampah dan harus dipindah,” Tegas Kades.

Namun anehnya dalam klarifikasi pihak Sekdes dan Camat Jabon terjadi dua pernyataan yang berbeda. Diduga pihak Sekdes menutup nutupi apa yang sebenarnya terjadi. Yakni pemborosan anggaran dan perencanaan tidak benar.  (Win)

%d bloggers like this: