Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Sidang Replik, JPU Tegaskan Budi Prasetyo Bersalah

0 13

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, menggelar sidang lanjutan terdakwa Budi Prasetyo dengan agenda pembacaan replik, hari ini, Kamis (16/7). Jaksa Penuntut Umum (JPU), menegaskan oknum dosen tersebut-terbukti bersalah melakukan tindak pidana memaksa masuk kedalam pekarangan milik Mudjiono.

JPU Anoek Ekawatie, SH membacakan replik yang menjelaskan dirinya menolak atau tidak sepakat dengan duplik sebelumnya yang dibacakan oleh terdakwa dan penasehat hukumnya.

“Berdasarkan bukti yang ada bahwa saksi Mudjiono telah membeli tanah kavling tersebut yang statusnya sekarang Sertifikat Hak Milik, nomor 1193 atas nama Mudjiono, dibuat dihadapan notaris Yuli Ekawati,” Ujar Anoek.

“Mudjiono, meminta kepada terdakwa untuk keluar meninggalkan objek tanah tersebut. Karena tidak bersedia meninggalkan tanah tersebut, Mudjiono melakukan somasi kepada terdakwa. Bahwa saat disomasi terdakwa lantas mengatakan sudah mentransfer uang sebesar Rp 30 Juta ke rekening Mudjiono. Dan dalam pengakuan pemilik tanah, merasa heran dari mana mengetahui nomor rekening pribadinya, ternyata terdakwa mendapatkan dari Yusuf Setyo yang merupakan adik terdakwa,” lanjutnya.

Dengan begitu sewa-menyewa tersebut tidak sah karena tidak ada surat perjanjian sewa-menyewa yang menunjukan adanya kesepakatan. Dan terdakwa tidak bisa membuktikan kebenaran bahwa transfer yang dilakukan oleh terdakwa atas permintaan saksi mudjiono.

“Namun tidak adanya saksi yang menyaksikan kebenaran terkait sewa menyewa baik lisan atau tertulis. Seperti kata saksi ahli hukum pidana Prof. Nur Basuki Winarno. Sewa menyewa tidak sah dikarenakan tidak adanya kata sepakat,”

JPU Anoek Ekawatie dalam akhir pembacaan replik atas pledoi terdakwa, mengatakan. Terdakwa Budi Prasetyo bersalah melakukan tindak pidana “memaksa masuk kedalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada disitu dengan melawan hukum dan atas permintaan yang berhak atau suruhanya tidak pergi dengan segera. Diancam pidana pasal 16 ayat 1 KUHP. Menjahtuhkan pidana penjara 8 bulan,” ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, barang bukti berupa surat somasi pengosongan lahan tanah 20 Juni 2016, surat somasi pengosongan lahan tanggal 29 Juni 2016. Jawaban somasi surat undangan tanggal 18 Juli 2016, surat undangan tanggal 25 Juli 2016, copy sertifikat hak milik nomor 1193 dan copy akte jual beli nomor : 147/2016 tangal 29 Desember 2016, dikembalikan kepada saksi Mudjiono.

Menanggapi hal tersebut saat ditemui Memorandum, Mudjiono berharap Majelis Hakim menghukum dengan hukuman maksimal kepada terdakwa. Karana selama ini saksi tidak dapat menggunakan tanah miliknya.

“Saya berharap terdakwa dihukum maksimal oleh Hakim, dan saya bisa menggunakan dan  menggelolah tanah milik saya. Saya minta hakim mengadili secara seadilnya agar tidak ada kejadian seperti kisah saya. Kasihan norang kecil seperti saya dengan perjuangan demi melawan kebathilan atas perbuatan terdakwa saya saya seorang diri dengan terdakwa di bantu pengacara 3 orang,” pungkas Mudjiono. (Win)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: