Cakrawala News
Portal Berita Online

Siapkan Objek Wisata Malam, Pemko Bukittinggi Segera Revitalisasi Benteng Fort de Kock

0 45

BUKITTINGGI, Cakrawala.co – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi berencana untuk membuka objek wisata Benteng Fort de Kock hingga malam hari.

Bekas benteng pertahanan Belanda yang telah menjadi salah satu objek wisata unggulan Kota Bukittinggi ini direncanakan akan direnovasi sedemikian rupa, agar bisa dikunjungi wisatawan dari siang hingga malam hari.

Benteng Fort de Kock juga terhubung dengan objek wisata legendaris lainnya, yakni Taman Margasatwa Kinantan Bukittinggi (TMSBK)/ Kebun Binatang, melalui Jembatan Limpapeh yang membentang di atas Jalan Ahmad Yani, Kampung Cina, Bukittinggi.

Saat ini, yang tersisa di bekas benteng peninggalan Belanda ini antara lain, sejumlah meriam, bekas parit pertahanan, serta bangunan penampung air.

Tahun ini, kita berencana akan melakukan revitalisasi Benteng Fort de Kock menjadi Benteng terang dan menyala pada malam hari,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kota Bukittinggi, Hendry, Senin 13 Juni 2022.

Dikatakan juga oleh Hendry, rencana ini ditargetkan bakal terwujud pada akhir tahun 2022 ini. Dalam rancangan Detail Enginering Design (DED) yang telah disusun, anggaran nya di plot sebanyak Rp2,6 Miliar. Tujuannya adalah untuk memperkuat benteng sebagai wisata sejarah, katanya.

“Item pekerjaan yang akan kita lakukan diantaranya penambahan lampu penerangan, kemudian membuat ruangan pusat informasi, yang bisa digunakan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung yang belum mengetahui sejarah Benteng Fort de Kock, dengan lokasi di bawah bangunan bak air,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan Pemko Bukittinggi, wacana tersebut sudah memasuki persiapan tahap pelelangan pekerjaan, sehingga proses pelaksanaan kegiatan juga akan segera dimulai, tambahnya.

“Nanti akan kita atur pemanfaatannya, insya allah tahun ini. Targetnya akhir tahun 2022 ini bisa dirampungkan,” jelas Kadisparpora.

Seperti diketahui, benteng Fort de Kock adalah benteng peninggalan kolonial Belanda yang didirikan oleh Kapten Boeur pada tahun 1825 silam, pada masa Hendrik Merkus de Kockc sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort de Kock. Benteng ini dibuat Belanda untuk menghadapi perlawanan Perang Paderi. Benteng yang dimaksud adalah parit -parit sedalam 1 meter dengan lebar 3 meter, serta 8 buah meriam sisa peperangan masih bisa kita saksikan sampai sekarang. Sementara itu, di tengah -tengah kawasan Benteng juga terdapat bangunan bak penampung air yang dibangun pada tahun 1932. Bak air ini berfungsi untuk suplai air untuk masyarakat Kota Bukittinggi di kala itu.(**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.