Cakrawala News
Portal Berita Online

Sharing Sesuai Etika di Ruang Digital

0 110


KABUPATEN INDRAMAYU JABAR CAKRAWALA.CO – Etika ialah ilmu tentang apa yang baik dan buruk tentang hak dan kewajiban moral. Dalam kehidupan, budaya dan etika merupakan dua hal yang saling berkesinambungan. Keduanya memiliki sebab dan akibat.


Tim Hendrawan seorang Creative Director mengatakan, transformasi digital yang kita rasakan saat ini termasuk ke dalam sebuah etika. Etika digital ini sebagai prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapannya lebih ke arah mengubah pola pikir agar bisa beradaptasi dengan perkembangan digital.


“Ketika ada perubahan, hal yang paling sulit diubah ialah budaya dan kebiasaannya. Karena keduanya merupakan satu hal yang berkesinambungan,” tutur Tim dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (27/9/2021).


Sulitnya perubahan tersebut tercermin pada sikap masyarakat Indonesia yang dinobatkan sebagai netizen paling tidak sopan se-Asia Tenggara dari survei Digital Civility Index (DCI) oleh Microsoft. Hal ini juga bisa disebabkan minimnya penggunaan etika di ruang digital. Selain itu, minimnya etika membuat masyarakat mudah terpapar hoaks, penipuan, ujaran kebencian, dan diskriminasi.


“Ada batasan-batasan tertentu atau etika-etika tertentu di mana kita harus paham apa yang kita lakukan bisa berdampak bagi orang lain. Dampaknya bisa baik juga buruk, tergantung kepada diri kita sendiri,” jelasnya.


Dalam paparan Tim, kemunduran tingkat kesopanan tersebut didorong oleh pengguna media sosial usia dewasa. Jika dilihat beberapa tahun kebelakang, di tahun 2014-2019 banyak tersebar hoaks soal Pemilu dan di tahun 2020 tersebar hoaks tentang pandemi.


Menurutnya, ketika kita menormalisasi haters, bullying, dan SARA, nantinya akan timbul berbagai macam permasalahan. Hal ini tidak hanya berdampak pada generasi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dikhawatirkan, ketika anak-anak berkecimpung di ruang digital bisa menirukan hal negatif tersebut.


Lalu, dalam penyebaran informasi ke ruang digial. Pastikan untuk selalu menyebarkan fakta bukan hoaks. Kita bisa memeriksa terlebih dahulu sebuah informasi melalui situs seperti cek fakta. Baca dan pahami informasi sebelum menyebarkannya.


Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (27/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Arya Shani Pradhana (CEO & Founder Tekape Workspace), Andro Hartono (Co-Founder IOJIN), Tim Hendrawan (Creative Director), Sumarudin (Dosen Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu), dan Maichel Kainama (Key Opinion Leader).


Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.