Cakrawala News
Portal Berita Online

Setya Novanto, Karir Tamat Tapi Harum Namanya

4

Oleh Syaefurrahman Al-Banjary.

Pernyataan Mantan Ketua DPR Setya Novanto di persidangan kasus e-KTP menarik perhatian publik pada bab-bab terkahir karir politiknya. Pertama ia blak-blakan memberikan keterangan dengan harapan mejadi justice collaborator sehingga bisa meringankan hukumannya. Kedua ia menyebut dua nama besar republik, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung.

Puan adalah putri Megawati Soekarno Putri presiden kelima, dan cucu pendiri republik Bung Karno. Ketika tahun 2010 proyek e-KTP dibahas di DPR, Puan adalah Ketua Fraksi PDIP di DPR RI. Saat ini Puan adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI).

ads bukopin

Sedangkan Pramono Anung Wibowo ketika itu adalah Wakil Ketua DPR, dan saat ini Pram adalah Sekretaris Kabinet.

Publik memberikan apresiasi karena ada harapan bahwa kasus KTP elektronik akan semakin terbuka. Bukan hanya keterangan dari satu dua orang yang menyebut sejumlah orang terlibat, tetapi juga menjadi tantangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti lebih jauh.

Preside Joko Widodo juga sudah tegas memberikan tanggapan dan menyatakan bahwa silakan Puan dan Pramono diperiksa, karena negara ini adalah negara hukum.

Artinya, Setya Novanto namanya makin harum dengan keberaniannya menebut nama Puan dan Pramono. Ini nama besar yang untuk mengeluarkan kata itu didahului dengan permohonan maaf. Dan menurut pengacaranya, Maqdir ismail, penyebutan dua nama itu sudah melalui diskusi mendalam tentang risikonya.

Jika demikian adanya, maka Setya Novanto tidaklah mengada-ada, atau malah membual hanya ingin menjadikannya sebagai justice collaborator.

Oleh karena itu berterus teranglah Setya Novanto, termasuk mengakui uang-uang yang diterima dari proyek E-KTP sehingga kehadiranmu di persidangan akan membuka mata para pencari keadilan. Janganlah dibiarkan KPK kesuliutan mencari bukti, sehingga hanya ada dalam laci-laci pengaduan yang tak berarti.

Dengarlah kata Denny JA, berbuat terbaiklah hari ini setelah itu mati, anda akan dikenang dalam sejarah. (fur/UCnews/24/3/2018).

Comments are closed.