Cakrawala News
Portal Berita Online

Setubuhi Anak Dibawah Umur di Dalam Mobil, Bos Perusahaan di Solo Dibekuk Polisi

0 3.041

 

Solo Cakrawala.Co,-Setubuhi anak dibawah umur yang merupakan anak buahnya,Seorang Bos Perusahaan asal Banyuanyar Solo, Jawa Tengah,Ditangkap Polisi. Korban dicekoki miras terlebih dahulu sebelum digarap tersangka di dalam mobilnya. Atas perbuatannya tersangka diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

 

 

 

 

Dalam ungkap kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah pengaruh minuman beralkohol di Mapolres Solo,Rabu(24/ 11/2021).Tersangka Handi Dwi Cahyono atau HDC dengan mengenakan baju tahanan serta tangan diborgol,yang merupakan warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo,dihadirkan.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan,bahwa tersangka melakukan dugaan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan terhadap korban berinisial VDA yang merupakan karyawan nya sendiri pada September 2021 lalu. Dimana VDA masih berumur 17 tahun atau dalam kategori anak.”Kejadian bermula pada Sabtu (18/9/2021), sekira pukul 22.30 WIB, di salah satu kafe di Laweyan Solo,Tersangka menawarkan diri mengantar pulang korban ke rumah,”ungkapnya.

Saat di kafe, “Tersangka kemudian menawarkan minum-minuman keras kepada korbannya. Lalu, Minggu (19/9/2021) pukul 00.30 WIB pada saat tersangka hendak mengantar korban pulang ke rumahnya, di situlah terjadi dugaan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan terhadap anak di mobil tersangka,” jelasnya.

Ade menjelaskan, awal pertemuan tersangka dengan korban diawali ketika di bulan Juni 2021 saat VDA diterima sebagai karyawan yang dipimpin oleh tersangka. Pada bulan itu intens komunikasi antar tersangka dan korban dengan janji-janji untuk mengatasi masalah keuangan masalah sekolah,” terangnya.

Terhadap kasus tersebut, Polresta Solo mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian yang digunakan korban pada saat kejadian, termasuk pakaian yang digunakan tersangka pada saat melakukan aksinya, Satu unit mobil BMW milik tersangka.

Beberapa dokumen elektronik barang bukti elektronik dan dokumen lain yang terkait,Selain itu, ada beberapa botol minuman keras yang diduga diminum oleh korban maupun tersangka sesaat sebelum terjadinya tindak pidana pencabulan.” jelasnya.

 

 

 

 

Terhadap tersangka, polisi menjerat dengan pasal berlapis yaitu: Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dan/atau Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Selain itu juga Pasal 89 ayat (2) jo p Pasal 76J ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

“Pada Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Untuk Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Pasal 89 ayat (2) Jo. pasal 76J ayat (2) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 2 tahun paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 200 juta.(Agung Bram).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.