Cakrawala News
Portal Berita Online

Setahun Menganggur Tak Dapat Kejelasan Status, Awak Bus PO Cendana Demo

0 1,465

Madiun, Cakrawala.co – Sejumlah perwakilan awak bus PT Madjoe Muda Mandiri (PO Cendana) dari berbagai daerah, menggeruduk kantor PO Cendana, di Jalan Raya Madiun – Ponorogo, Desa Kaibon, Kecamatan Geger – Kabupaten Madiun, Jumat 2 April 2021.

Dengan membawa poster berisi tuntutan kepada pihak kantor, agar memperjuangkan trayek bus Surabaya – Ponorogo yang selama ini dikuasai oleh sejumlah PO bus lain.

Para pendemo yang terdiri dari perwakilan sopir, kondektur, kernet dan mandor bus yang sudah setahun menganggur ini bahkan sempat dihadang satpam yang berjaga di depan pintu gerbang, ketika pendemo ini hendak masuk ke dalam kantor. Berhasil merangsek masuk, akhirnya beberapa perwakilan ditemui pihak manajemen untuk melakukan mediasi.

ads harlah pkb

Eko Bacok, salah seorang peserta demo mengaku, hampir satu tahun lebih para awak bus ini menganggur karena tak memperoleh kejelasan dari perusahaan kapan dipekerjakan kembali. Eko sudah sering menanyakan kejelasan status mereka kepada pihak manajemen. Namun menurut Eko, pihak PO Cendana hanya memberikan janji-janji, dengan alasan masalah trayek yang masih dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

“Yang pasti kita minta kejelasan dari pihak Cendana, kapan kita bisa bekerja lagi, karena sudah satu tahun kita ngangur. Sementara pihak kantor kalau ditanya jawabannya tidak pasti. Kami hanya dijanjikan akan segera diuruskan masalah ijin trayeknya,” ujar Eko.

Selama satu tahun menganggur Eko dan rekan-rekannya hanya bekerja serabutan sebagai buruh tani dan kuli bangunan. Bahkan jika tidak ada pekerjaan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Eko mengaku sampai menjual barang dan perabot rumah tangganya yang bisa dijual.

Sementara Suprihatin, owner PT Madjoe Muda Mandiri usai menemui perwakilan awak bus menjelaskan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengurus administrasi di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Bahkan ia mengaku telah melapor ke ombudsman dan komisi pengawas persaingan usaha (KPPU), untuk menindak kebijakan yang dinilai tidak adil tersebut.

“Dari awal kami sudah berusaha untuk mengurus trayek 20 armada bus Cendana yang kami rasa telah dimonopoli oleh beberapa PO bus yang lain, bahkan kami sudah ajukan ke ombudsman dan KPPU. Karena, kenapa bus lain bisa parkir sampai 30 menit, sementara kami hanya 10 menit,” kata Suprihatin.

Suprihatin menambahkan, pihaknya bakal terus mengupayakan apa yang menjadi tuntutan pendemo. Sedangkan pendemo berjanji bakal menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar lagi, apabila kedepan masih belum mendapatkan kejelasan nasib pekerjaan mereka*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.