Cakrawala News
Portal Berita Online

Sesuai Perdais Komisi C DPRD DIY Minta Irigasi Harus Dibiayai dengan Danais

0 305

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Komisi C DPRD DIY tengah mengkaji dan mendalami sejumlah ketentuan dalam Peraturan Daerah Istimewa (Perdais) DIY Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan. Salah satu hal yang menjadi perhatian komisi bidang infrastruktur ini menyangkut Bab II Pasal 5 dan Pasal 6 tentang Objek Kebudayaan. Adapun Objek Kebudayaan di Pasal 5 ayat (1) dan (2) meliputi nilai-nilai budaya, pengetahuan dan teknologi, bahasa, adat istiadat, tradisi luhur, benda dan seni. Objek Kebudayaan itu bersumber dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Kadipaten Pakualaman dan masyarakat.

Selanjutnya dalam pasal 6 ayat (1) dan (2) nilai-nilai budaya meliputi tata nilai budaya dan norma. Sedangkan pengetahuan dan teknologi memiliki jenis antara lain permainan rakyat, olahraga, penanggalan tradisional, senjata dan alat kesenian. Kemudian pakaian dan tata rias, kain, kuliner dan jamu.

“Berikutnya pertanian, sistem irigasi, sistem ekonomi, arsitektur, alat transportasi dan kearifan tentang alam. Soal sistem irigasi ini menjadi atensi kami,” ungkap Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi ketika meninjau proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Pijenan/Kamijoro, Pandak, Bantul, (8/9/2021).

Arif mengungkapkan, berdasarkan laporan Bidang Sumber Daya Air dan Irigasi Dinas PUP dan ESDM DIY disampaikan pada Tahun Anggaran (TA) 2021 ada beberapa kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi. “Baik yang dibiayai APBD, APBN maupun dana keistimewaan (danais),” terangnya.
Khusus danais digunakan untuk pemeliharaan sebanyak 60 jaringan irigasi di sejumlah desa budaya. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 6 miliar. “Kalau dirata-rata per jaringan irigasi mendapatkan alokasi danais Rp 100 juta,” jelas Arif.

Arif didampingi beberapa anggota Komisi C seperti Purwanto, Sutiyo, Lilik Saiful Ahmad dan Katir Triatmojo kemudian mengadakan diskusi terbatas di lokasi kunjungan proyek rehabilitasi irigasi Pijenen / Kamijoro. Dia menilai alokasi danais untuk pemeliharaan jaringan irigasi perlu ditingkatkan. Pertimbangannya, sistem irigasi secara spesifik dinyatakan sebagai bagian dari objek kebudayaan.

“Kami akan dorong supaya tidak lagi terbatas pada jaringan irigasi di desa-desa budaya. Itu terlalu sempit pemaknaannya,” ulasnya.

Wakil rakyat asal Gunungkidul itu membeberkan dalam Perdais Nomor 3 Tahun 2017 tidak membatasi sistem irigasi sebagai objek kebudayaan hanya berada di desa atau kelurahan budaya. Dia menilai semua sistem irigasi di DIY merupakan objek kebudayaan dari keistimewaan DIY.

“Sehingga pemeliharaan dan pengembangannya dapat dibiayai dengan danais,” lanjut Arif.
Apalagi, sambung dia, di pasal 16 ayat (1) dan (2) dinyatakan objek kebudayaan meliputi penguatan dan/atau pemanfaatan. Pengembangan objek kebudayaan harus mempertimbangkan kemanfaatan untuk masyarakat, edukasi dan partisipasi masyarakat.

“Penguatan dan/atau pemanfaatan sistem irigasi sebagai bagian dari objek kebudayaan keistimewaan sangat jelas berdampak bagi masyarakat. Yakni penguatan bagi pertanian dan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Sama seperti sistem irigasi, pertanian juga masuk objek kebudayaan keistimewaan DIY. Dengan begitu, keduanya bisa dikolaborasi dan sinergikan. “Kita juga akan cermati dan selaraskan dengan ketentuan UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air “ tandasnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY Purwanto meyakini pemanfaatan danais untuk penguatan sistem irigasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama mendukung terciptanya ketahanan pangan di DIY.

“Sistem irigasi sangat penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Ketahanan pangat juga erat kaitannya dengan kedaulatan pangan,” tegas Purwanto berapi-api.

Dia mengusulkan kepada pimpinan Komisi C segera memanggil Paniradya Kaistimewaan DIY dan Dinas PUP dan ESDM DIY guna mendiskusian lebih lanjut mengenai amanat Pasal 5 ayat (1) dan (2) serta Pasal 6 ayat (1) dan (2) Perdais Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan. (Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.