Cakrawala News
Portal Berita Online

Sesak Nafas Usai Ditangkap, Bandar Sabu Tewas Saat Pengembangan

0 309

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Terduga bandar sabu yang beralamat Kandea Makassar harus meregang nyawa karena sesak nafas. Muh Arfandi Ardiansyah (18) tewas usai ditangkap polisi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/05/2022) dini hari.

Dari hasil penangkapan polisi mengamankan remaja Arfandi di posko sat res Narkoba Polrestabes Makassar untuk melakukan pengembangan terhadap barang haram tersebut.

Saat dilakukan pengembangan, Arfandi yang berada di posko tiba tiba sesak nafas saat tertidur yang di awasi personil satres Narkoba.Mendengar tersangka sesak nafas, personil langsung membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan pertolongan.

Setibanya di RS Bhayangkara, nyawa tersangka Arfandi tak tertolong hingga harus meregang nyawa.

Kasat Narkoba Komisaris Polisi (Kompol) Doli M Tanjung membenarkan perihal penangkapan bandar sabu di sekitar jalan Rappokalling Makassar.

“memang benar ada penangkapan bandar sabu dini hari tadi.” ucapnya.

Doli mengatakan, Arfandi merupakan bandar sabu. Dia mengklaim pihaknya menemukan barang bukti sabu 2 gram yang diduga akan diberikan kepada calon pembeli.

“Tersangka ditemukan membawa barang dua gram sabu yang kami duga akan diberikan ke calon pembeli, tidak hanya itu kita juga mengamankan  barang bukti berupa uang tunai dan, ponsel,” kata Doli.

Terkait kematian Arfandi, Doli belum bisa memastikan apa penyebabnya, dirinya menduga kematian Arfandi tersangka bandar sabu tersebut karena sesak nafas.

“Untuk sementara hasil visum Dokkes (terkait luka lebam), itu masih tahap pemeriksaan, tim kami membawa tersangka ke RS Bhayangkara karena mengalami sesak nafas hingga nyawanya tak tertolong.” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Doli M Tanjung, Minggu (15/5/2022).

Doli mengaku tak bisa menjelaskan penyebab luka di tubuh korban. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Biddokkes Polda Sulsel.

“Karena luka memar lebam, yang bisa ambil keputusan (menjelaskan penyebabnya) adalah Dokkes,” kata Doli.

Doli menyebut Arfandi ditangkap di wilayah Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi. Doli menyebut, pelaku yang sudah menjadi target polisi ditangkap saat bertransaksi.

Setelah diringkus, Arfandi sempat dibawa untuk pengembangan. Polisi menuding korban melakukan perlawanan hingga tiba-tiba sesak napas dan meninggal dunia saat dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel.

“Saat kita amankan (pelaku) ke posko, kendalanya saat itu sesak napas dan kita bawa ke Dokkes karena saat itu meninggal dalam perjalanan,” katanya.(Rez/Ril)

Leave A Reply

Your email address will not be published.