Cakrawala News
Portal Berita Online

Sertifikat Berpindah Nama Tanpa Kejelasan, Seorang Warga Di Ponorogo Tuntut Keadilan

0 1.446

Ponorogo, Cakrawala.co – Meski sudah di eksekusi oleh Pengadilan Negeri Ponorogo terkait sengketa sebidang tanah dan bangunan permanen,pada Selasa (10/10/2021). Sukardi dan istri warga jalan cempaka, RT 4 RW 2, Desa Polorejo Kecamatan Babadan terus berjuang untuk mencari keadilan.

Untuk diketahui bahwa sengketa tersebut berawal pada tahun 2013 mempunyai hutang senilai 160 juta di Bank Danamon dengan jaminan sertifikat hak milik nomor 935 tanggal 15 juli 2003 nomor 2 atas nama Umi Muftadin istri Sukardi dan hutang tersebut ditutup oleh Toriman.

Dengan membawa sertifikat asli, Toriman mengajak Sukardi dan istri Umi Muftadin ke notaris di wilayah Kabupaten Trenggalek dengan alasan untuk melunasi hutangnya. Dan tanpa kejelasan justru nama sertifikat itu berubah menjadi milik Toriman.

Dalam pengakuannya Sukardi mengakui bahwa punya hutang di Bank Danamon sebesar 160 juta,dan ditutup oleh Toriman. Setelah itu saya disuruh membayar bunga hutang perbulannya 2.700.000 ribu rupiah selama 3 bulan.

Dan setelah itu saya dan istri, diajak Toriman ke salah satu notaris di Trenggalek katanya untuk melunasi hutang dan tidak akan dijual. Malah justru sertifikat itu berubah menjadi milik Toriman tanpa sepengetahuan saya dan istri.

Kemudian saya dilaporkan kepada yang berwajib oleh Toriman atas dasar menempati rumah tanpa izin yang punya dan dihukum 5 bulan,”terangnya.

Padahal apabila sebidang tanah dan bangunan tersebut bila dijual harganya ditafsir sekitar 750 juta rupiah. Maka dari itu, saya akan terus berjuang untuk menuntut keadilan ini,”tandasnya.

Dan usai pihak Pengadilan Negeri meng’eksekusi semuanya, kini sya harus kemana juga masih bingung,”imbuhnya.

Sementara itu, Anom selaku Korlap LSM Konsorsium mengatakan dalam hal ini pihaknya akan terus membantu Sukardi untuk menuntut keadilan karena merasa apa yang dilakukan oleh Toriman ini sudah melanggar hukum dan keadilan terkait laporan adanya tindak pidana memberikan kesaksian palsu dibawah sumpah dan penipuan oleh terduga Toriman dengan korban Sukardi.

Maka dari kejadian perihal ini, teman teman LSM Konsorsium akan melaporkan Toriman kepada pihak yang berwajib dan terus menuntut keadilan hingga ke MA,”tukasnya. (Am/Nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.