Cakrawala News
Portal Berita Online

Sering Saring Berita Palsu Bisa Memutus Rantai Penyebarannya

0 144

KUNINGAN JABAR CAKRAWALA.CO ,- Kecakapan dalam menggunakan internet sekarang ini sama pentingnya dengan digital skills. Di mana penggunaan media digital perlu dipahami dan didasari dengan pengetahuan agar lebih bijak dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Terlebih hoaks yang menghantui masyarakat, terutama mengenai isu kesehatan selama pandemi. Hoaks sendiri merupakan berita palsu yang berusaha menipu pembaca atau pendengar untuk mempercayai sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya.

“Hoaks sendiri memiliki tujuan yaitu menggiring atau membuat opini publik, membentuk persepsi, menipu, propaganda, menghasut, hingga black campaign,” ujar Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I,  Jum’at (16/7/2021).

ads harlah pkb

Lebih jauh dia mengatakan, hoaks memiliki dampak yang tak bisa diabaikan seperti akan memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah. Adapun di sisi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas hingga susah konsentrasi. Di masyarakt hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan.

Hoaks secara nyata membahayakan dan dapat memecah belah masyarakat, karenanya perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks. Yaitu memiliki judulnya yang provokatif sehingga memicu kecemasan, cenderung tidak netral, menggunakan nama yang mirip dengan media, minta divitalkan, memelintir pernyataan nara sumber hingga memanipulasi foto dan keterangan. Fibra pun menjabarkan peran setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks.

“Jadilah pembaca yang cerdas, baca keseluruhan artikel, cek siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding,” ujar Fibra lagi.

Akan tetapi, setiap orang dapat peran dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat. Selain itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks. Sedari kecil anak pun bisa diajarkan oleh orang tua agar memutus rantai generasi hoaks dengan melatih anak berpikir lebih kritis dan biasakan anak untuk memahami pesan dari berita yang dibacanya. Orang tua pun bisa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait edukasi hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Nanang Abdurahman, Ketua Relawan TIK Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.