Cakrawala News
Portal Berita Online

Sepuluh Finalis Semarakan Festival Dalang Cilik 2021 di Solo

0 494

 

Solo Cakrawala.Co,-Festival dalang cilik kembali digelar selama dua hari,pada Selasa (23/02/21) hingga Rabu (24/02/21) Sebanyak 10 finalis berlaga dalam ajang melestarikan budaya Jawa tersebut.

 

 

Bertempat di di Ndalem Joyokusuman, Solo,Jawa Tengah.Sepuluh dalang cilik dari berbagai daerah di Soloraya tampil satu persatu menampilkan kebolehannya memainkan wayang kulit dengan iringan musik gamelan,yang juga dimainkan oleh anak anak dari sanggar mereka masing masing.

 

Lantaran masih di masa Pandemi COVID-19, pelaksanaan Festival Dalang Cilik 2021 pun juga dibatasi maksimal 100 orang yang berada di dalam lokasi, termasuk kru dan penonton. Sementara warga masyarakat bisa mengakses pertunjukan melalui Streaming Facebook maupun kanal YouTube.

Untuk kurator sekaligus juri dalam Festival Dalang Cilik Kota Solo  2021 sendiri berasal dari akademisi seperti Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) serta dari dalang profesional.

Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Solo Kinkin Sultanul Hakim pada pembukaan Festival Dalang Cilik di Dalem Joyokusuman Solo, Rabu(23/02/21) mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat Kota Solo sebagai kota budaya.”Kita sepakat bahwa visi Solo mewujudkan Solo sebagai kota budaya yang maju mandiri, dan sejahtera tetap harus diupayakan dari tahun ke tahun,” katanya.

Menurut dia, situasi pandemi COVID-19 tidak mengurungkan niat Pemerintah Kota Solo untuk dapat mengembangkan, mengolah, dan menyebarluaskan seni budaya pedalangan ke kancah Indonesia bahkan ke belahan dunia yang lain karena wayang kulit juga sudah diakui sebagai warisan budaya dunia.

“Meneruskan budaya wayang kulit kepada generasi selanjutnya, ini tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Dalam hal ini, kepedulian kita terhadap seni pedalangan harus terus ditingkatkan,” katanya.Menurut dia, tidak mungkin Solo sebagai kota budaya tanpa ada kesenian yang menggerakkan. Selain itu, kebudayaan tidak mungkin bergerak tanpa ada kesenian yang menggerakkan dan kesenian tidak dapat hidup tanpa ada pentas yang disajikan. “Itu adalah tugas Pemkot dan seniman, termasuk kebudayaan bisa hidup dan berkembang ketika tumbuh tunas baru yang meneruskan,” pungkas Kinkin.

 

 

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Agus Santoso,menambahkan, Pagelaran Festival Dalang Cilik tersebut untuk memajukan dan melestarikan Wayang Kulit Purwa sebagai khasanah kebudayaan daerah dalam menunjang kebudayaan nasional.

“Pada festival ini jumlah pendaftar ada 26 orang, namun hasil dari kurator yang lolos seleksi ada 10 diharapkan dengan kegiatan ini seluruh finalis termotivasi mengembangkan bakat seni pedalangan mereka untuk pelestarian budaya yang tercermin pada wayang kulit,” ungkap Agus Santoso.

 

 

Sementara itu, Alif Rizki Ramadhan .Siswa kelas tiga,salah satu peserta mengaku sudah ikut Festival dalang cilik sudah lima kali.Warga asal Sukoharjo itu membawakan lakon “Sesaji Rojosuyo” yang bercerita tentang penyelamatan raja raja dari angkara.”saya senang dengan digelarnya kembali Festival Dalang Cilik ini,selain bisa bertemu teman teman sesama Dalang cilik,juga bisa menunjukan ketrampilanya dalang.”ungkapnya.(AgB)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.