Cakrawala News
Portal Berita Online

Sepi, Tak Satupun Terlihat Pendekar yang Nyekar Ke Makam Pilang Bango

0 50

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Kegiatan ziarah kubur ke makam leluhur memang menjadi rutinitas tahunan para anggota perguruan pencak silat. Biasanya pada malam 1 suro dan 1 suro, para pendekar dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati – Terate (PSHT) melakukan tradisi nyekar ke makam Ki Hardjo Oetomo.

Namun kondisi ini berbeda dengan yang terlihat pada Kamis siang, 20 Agustus 2020. Tak satupun pendekar yang nampak berziarah di makam yang terletak di Kelurahan Pilang Bango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Hanya terlihat sekitar 12 orang petugas Kepolisian yang berjaga di depan pintu makam.

Menurut salah seorang petugas yang berjaga di sekitar makam, kondisi ini terjadi sejak malam hari tanggal 19 Agustus 2020.

ads bukopin

“Iya, sepi tidak satupun yang datang berziarah. Karena memang sudah disepakati bersama untuk tidak melakukan tradisi nyekar,” kata dia.

Kondisi berbeda ada di makam leluhur Perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo – Tunas Muda (PSHW-TM), di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Dari pantauan cakrawala,co, kondisi di lokasi makam cenderung sepi. Namun masih nampak beberapa orang peziarah yang datang secara bergantian untuk nyekar.

Kondisi ini diiyakan oleh salah seorang warga sekitar makam, yang mengatakan bahwa kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Makamnya masih buka, tapi yang datang sedikit sekali. Ya paling hanya 1 atau 2 orang yang datang bergantian. Karena kan dilarang datang rame-rame sama petugas,” ungkapnya.

Sementara itu, Arif salah seorang peziarah asal magetan mengaku, dirinya selalu datang sendirian setiap tahun. Ia mengatakan, perayaan suro tahun ini memang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti diketahui bersama, bahwa saat ini memang masih dalam situasi pandemi Covid-19, dan larangan tersebut disadari sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19 (virus Corona).

“Ya, kita harus punya kesadaran sendiri, bahwa ini memang kebijakan yang sengaja diambil untuk mencegah penyebaran corona semakin meluas. Jangan sampai kalau kita nekat, malah memunculkan klaster baru,” kata Arif.*(Ayu)

Caption Foto : Makam Kelurahan Pilang Bango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun (20/08/2020)

Leave A Reply

Your email address will not be published.