Cakrawala News
Portal Berita Online

Sengketa Ahli Waris, Pernyataan Palsu Bisa Menjerat H. Iwan Cs

0 481

PALANGKA RRAYA.KALTENG-CAKRAWALA.CO – Budiono Kuasa Hukum penghilangan data ahli waris atasnama H Yayan, terus menindak lanjuti Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang mereka sampaikan beberapa waktu yang lalu di Polda Kalteng.

Hari ini (Senin 11/1/2020), Budiono dan rekan kembali mendatangi Polda Kalteng untuk mempertanyakan kasus penghilangan nama dalam hak ahli waris kepada pihak kriminal umum dengan agenda pemeriksaan H Yayan untuk tindak lanjutnya.


Senagaimana diberitakan sebelumnya nama H.Yayan di hilangkan dari nama keluarga H .Abdul Gafur dan setelah melakukan koordinasi dengan Polda baru ada pernyataan dari pihak pengacara H.Iwan bahwa H .Yayan adalah benar anak Abdul Gafur.

ads bukopin

“Dengan adanya hal tersebut dari pihak keluarga alm.H.Abdul Gafur, kami selanjutnya melakukan pelaporan kembali dengan menyiapkan H.Yayan untuk di BAP oleh pihak penyidik unit renakta Polda Kalteng.”kata Bujiono.

Bujiono optimis bahwa pihak penyidik segera menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan dan berharap secepatnya kasus ini bisa terkuak siapa dalang penghilangan nama H.Yayan .

“Kami percaya tim penyidik mulai hari ini sudah mulai bergerak untuk mencari bukti-bukti yang sudah kami sampaikan termasuk data H.Yayan yang dihilangkan dalam putusan pengadilan agama,” ungkap Bujiono.

Bujiono merinci lagi bahwa ada beberapa nama yang sudah kami laporkan dalam penghapusan ahli waris, seperti R (66), AI (44) dan E (39) dan mereka inilah yang lebih mengetahui lebih detail.

Sebelumnya kuasa hukum mereka sudah memberikan klarifikasi terkait laporan yang H. Yayan sampaikan secara Dumas Polda Kalteng, dengan surat nomor 01/Jawaban Klarifikasi/T AND R LAW FIRM/1/2021 yang mana kantor pengacara TRUSTED And REASSURE LAW FIRM, Banjarmasin, Kalsel yang diketuai oleh Adv. Sugeng Ariwibowo, SH.,MM.,MH.,C.LI bersama sembilan pengacara lainnya memberikan jawaban klarifikasi atas surat klarifikasi kepada pihak H.Yayan diantaranya :

  • Pertama, apa yang menjadi dasar surat pelapor akan dipenuhi kepada pihak pelapor dengan kesepakatan secara kekeluargaan menurut Hukum Islam.
  • Kedua, apa yang di inginkan pelapor yaitu mempersoalkan harta peninggalan orang tua pelapor dan terlapor tentang harta bergerak maupun harta tidak bergerak yang dilaporkan semuanya benar.
  • Ketiga, dari semua harta peninggalan yang disebutkan pelapor pada surat sebelumnya sebanyak 24 item, yang menjadi hak pelapor hanya tiga saja yaitu sebuah rumah, ruko sarang walet dan mobil CRV.
  • Ke empat, harta tersebut diatas terlapor bersedia membaginya menurut hukum Islam jika dikehendaki oleh pelapor dan terlapor, namun harta-harta yang lainnya sudah dihibahkan oleh alm. Abdul Gafur semasa hidup kepada ananak-anaknya.
  • Kelima, mengingat pelapor dan terlapor terikat tali persaudaraan sebagai anak dan orang tua (R) maka kuasa hukum pelapor berharap semua dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
  • Keenam, Pihak pelapor memiliki itikad baik agar persoalan yang menjadi tuntutan pelapor diselesaikan secara musyawarah sehingga apa yang menjadi persoalan dapat dicarikan solusinya.
  • Sementara itu H.Yayan menyampaikan kepada Cakrawala bahwa dengan adanya pengakuan pembagian harta waris, pengakuan tali persaudaraan dan berusaha melakukan perdamaian secara musyawarah berarti mereka mengakui bahwa saya H Yayan adalah anak sah pasangan alam H.Abdul Gafur dengan Hj. Rusmini.
  • Namun dirinya tidak terima kenapa pas kejadian dengan mengadukan ke Polda secara Dumas baru adanya pengakuan, berarti jelas sudah niat baik adiknya dengan mencoret namanya sebagai keluarga, menghilangkan status nya sebagai anak dari pasangan alm H.Abdul Gafur dan Hj.Rusmini adalah perbuatan melanggar hukum.
  • ” dan bagi saya hukum tetap jalan dan saya akan meneruskan pelanggaran hukum yang dibuat oleh AI dengan menghilangkan namanya dari ahli waris yang sah serta membuat keterangan palsu dan itu adalah pidana,” ungkap H Yayan.*** ( HT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.