Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Senator Djafar Alkatiri Dukung Tegas Kapolda Berantas PETI di Sulut

0 37

MANADO.CAKRAWALA.CO,- Senator Djafar Alkatiri asal Sulawesi Utara, mengapresiasikan sikap tegas Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Lumowa menutup Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), yang berada di Wilayah Sulawesi Utara. Dukungan menutup PETI ini juga dari berbagai kalangan, diantaranya WALHI.

“Ini bagus, tidak ada negosiasi, langsung ditutup. Tidak banyak kompromi, tutup ditempat. Beliau tidak lagi menunggu segala macam rapat dan diskusi. Prinsipnya sederhana kalian punya izin silahkan dibuka,”tandas DJafar Alkatiri yang juga wakil ketua komisi l DPD RI.

Bahkan lanjut Alkatiri,  karena langkah tegas Kapolda yang baru ini tambang ilegal di Sulawesi Utara berhenti beroperasi. Dan ini bukti ketegasan Kapolda, melakukan penutupan PETI tanpa embel-embel, tanpa di bawah ke rapat. Hingga akhirnya sampai sekarang PETI yang salah satunya berlokasi di Bolaang Mongondow tidak lagi beroperasi.

Disis lain, Alkatiri meminta Pemerintah Daerah untuk membuat secara jelas mana wilayah yang diperbolehkan untuk pertambangan dan mana yang tidak boleh.

“Pemerintah harus membuatnya dalam Peraturan Daerah. Dalam penetapan wilayah tersebut, Pemerintah perlu juga memperhatikan kepentingan masyarakat biasa, yang mungkin sudah turun temurun hidupnya dari pertambangan. Beri mereka juga ruang untuk berusaha,”pinta Alkatiri.

Selain itu Pemerintah Daerah juga perlu mengatur dan membina masyarakat bagaimana menambang secara baik dan benar.

“Kalau di wilayah yang diusahakan oleh perusahaan, harus jelas bagaimana proses perizinannya. Semuanya harus jelas agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan yang ilegal,” jelas Alkatiri.

Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Drs Royke Lumowa, MM bersama tim melakukan penertiban atas kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di beberapa wilayah di Propinsi Sulawesi Utara. Salah satunya di Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamaran Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ketegasan ini pun mendapat dukungan dari Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Utara Theodoron Berenc Victor Runtuwene.

“Ini langkah maju dari Pihak Kepolisian yang tidak hanya memberi statement di media tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan,” ujar Theo.

Lanjut Theo, kehadiran tambang illegal di Sulawesi Utara khusus di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Tenggara sudah sangat meresahkan. Terutama di Bolaang Mongondow yang sempat menjadi perhatian nasional, karena ada kecelakaan yang menyebabkan sejumlah penambang meninggal dunia. (***) dianra.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: