Cakrawala News
Portal Berita Online

Sempat Sepi Peminat di Awal Pandemi, Wayang Limbah Kayu Kini Diminati Lagi

0 66

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Bagi kebanyakan orang, limbah kayu dianggap tidak berguna, bahkan hanya berakhir sebagai kayu bakar saja. Namun berbeda jika limbah kayu ini sampai ke rangan Joko Suwiyono, warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari – Kabupaten Madiun. Iya, limbah kayu ini dipilah kemudian diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi, seperti kerajinan wayang kayu dan gantungan kunci cantik.

Joko menceritakan, ini berawal pada tahun 2018 lalu, Joko melihat banyak limbah kayu di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian ia berfikir, bagaimana limbah kayu ini dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat selain hanya menjadi kayu bakar. Berbekal ilmu seni kriya yang dimilikinya dan saran dari seorang temannya, Joko lantas bertekad untuk memanfaatkan limbah kayu ini menjadi wayang kayu.

“Awalnya saya memang ingin kembali ke wayang. Untuk kayu itu saya minta dari bekas kotak buah, lalu saya buat wayang dari kayu, kemudian berkembang ke kerajinan lain, seperti gantungan kunci,” kata Joko.

ads bukopin

Tak disangka setelah jadi sebuah wayang, ternyata ada yang berminat membeli kerajinan tangan karyanya. Kemudian ia memutuskan untuk mengembangkan usaha pembuatan wayang kayu dan berbagai souvenir tersebut. Dibantu anak dan istrinya, berbagai jenis kayu dapat dibuat kerajinan oleh Joko. Diantaranya, kayu sengon, mentaos, klepu dan kayu jati. Bahkan kini, ia tengah mengembangkan berbagai kerajinan lain diantaranya, gantungan kunci berbentuk wayang, jam dinding dari kayu dan juga hiasan rumah lainnya.

Joko mengatakan untuk pemasaran hasil karyanya, dirinya dibantu sang istri memasarkan kerajinan hasil karyanya melalui pameran dan juga media sosial. Pemesannya tak hanya dari Kabupaten Madiun sana, namun juga dari luar kota seperti Surabaya dan Jakarta. Bahkan Joko mengaku pernah mengekspor karyanya hingga ke China, Taiwan, Jepang, Singapura, Brunei, Australia hingga Belanda.

“Pameran pertama itu di Jepang. Kemudian yang terakhir itu di China mewakili delegasi Indonesia,” ujarnya.

Bagoes Wibisono, salah seorang pembeli dari Jakarta mengatakan, awalnya dirinya mendengar sda perajin wayang kayu dan satu-satunya yang ada di Madiun. Setelah melihat langsung karya Joko ini, Bagoes mengakui kualitas dari karya Joko ini patut diacungi jempol. Bahkan Bagoes mengaku bakal memesan banyak wayang kayu hasil karya Joko ini untuk souvenir untuk temannya, baik di dalam dan luar negeri.

“Mas Joko ini mementingkan kualitas. Jadi dia hand made, bahannya juga dari kayu, seperti kita tahu jarang sekali ada perajin wayang berbahan kayu. Kalau mas Joko bisa, saya bakal pesan banyak untuk souvenir, karena saya sering keluar kota bahkan keluar negeri,” kata Bagoes.

Setiap wayang kayu karya Joko, dibanderol dengan harga yang bervariasi tergantung besar dan kecil ukuran wayang. Untuk wayang kecil atau seukuran gantungan kunci dihargai 10 ribu rupiah, sedangkan untuk ukuran besar dengan harga lebih dari 3 juta rupiah.

Diawal masa pandemi Covid-19 (virus Corona), usahanya sempat mengalami kendala dan berhenti produksi karena sepi peminat. Namun masuk adaptasi kebiasaan baru ini, perlahan peminatnya sudah mulai merangkak pulih. Bahkan kini, produksi kerajinan kayunya kembali produksi kembali. Meski diakui Joko kenaikannya baru sekitar 50 persen saja.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.