Cakrawala News
Portal Berita Online

Sempat Berhenti Produksi Akibat Pandemi, Kini Perajin Celengan Karakter Banjir Permintaan

0 89

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pandemi Covid-19 (virus Corona) memberikan dampak luar biasa bagi sektor perekonomian. Tak terkecuali di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Madiun. Perlahan pelaku UMKM yang sempat berhenti produksi, kini mulai bangkit kembali di era adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Adalah rumah produksi celengan milik Jumali (40) warga Desa sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun -Jawa timur. Seiring mulai dibukanya kembali sejumlah tempat wisata, menjadi berkah tersendiri bagi Jumali dan pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Madiun. Bahkan kini Jumali mulai kebanjiran permintaan.

Jumali menceritakan, awalnya ia tertarik membeli celengan untuk dirinya sendiri. Siapa sangka, saat melihat-lihat ragam celengan karakter di internet justru membuat Jumali tertarik membuatnya sendiri. Belajar secara otodidak, kini ia mampu memproduksi 40 buah celengan karakter dalam sehari untuk memenuhi sejumlah pesanan.

ads bukopin

Celengan berbahan dasar serbuk gypsum ini pembuatannya cukup mudah. Pertama serbuk gypsum dicampur sedikit air kemudian tunggu diamkan selama satu menit sampai menjadi adonan seperti bubur. Setelah itu tuang bubur gypsum ke cetakan berbentuk karakter, seperti doraemon, hello kitty dan mickey mouse. Lalu didiamlan selama 10 sampai 15 menit, sebelum dikeluarkan dari cetakan.

“Bahan nya dari serbuk gypsum yang dicampur dengan air, lalu dimasukkan cetakan. Untuk sementara saya baru membuat tiga karakter saja, yakni doraemon, hello kitty dan mickey mouse,” kata Jumali.

Agar karakter lebih nampak hidup dan menarik, Jumali menambahkan cat warna – warni di celengannya. Namun sebelumnya, Jumali terlebih dahulu mengampelas celengan-celengannya agar lebih halus dan mudah di cat. Setelah proses pengecatan dan cat kering, Jumali dibantu istrinya mengemas celengan dalam kantong plastik bening sebelum siap dipasarkan.

“Setelah dikeluarkan dari cetakan kita jemur sebentar, kemudian di ampelas, setelah halus kita cat supaya menarik,sebelum dikemas dan siap dipasarkan,” lanjutnya.

Jumali memasarkan celengan nya di tempat-tempat wisata dan melalui online di group jual-beli media sosial facebook. Untuk satu buah celengan ia jual dengan harga 15 ribu rupiah. Usaha yang ia rintis sejak akhir tahun 2019 ini, kini menjadi bisnis sederhana, yang mampu menopang ekonomi keluarganya.

“Akhir tahun 2019 sebelum pandemi saya baru mulai usaha ini dan sempat sepi pesanan karena pandemi Covid-19. Tapi di masa adaptasi kebiasaan baru ini, tempat wisata sudah mulai dibuka lagi, Alhamdulillah pesanan sudah mulai banyak lagi,” tutupnya.(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.