Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Seminar Daring Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Diikuti Peserta Dalam & Luar Negeri

0 55

Seminar daring pertama Indonesia Peace and Conflict Resolution Association (IPCRA) berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Pertahanan dalam rangkaian A piece of peace, from Indonesia to the World bertajuk “Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI: Kontribusi Nyata bagi Indonesia dan Dunia” diikuti dengan begitu antusias oleh masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri dengan total peserta yang terdaftar hampir 1.200 orang.

Menurut Nalendro Nusantoro (Ketua Pelaksana Seminar Daring), pada hari pelaksanaannya Rabu 08/08/2020, peserta yang  terdaftar lengkap berasal dari 34 provinsi di Indonesia (tanggal 07/07/2020 baru tercatat 32 provinsi-red) dan 9 (sembilan) negara sahabat. Seminar daring yang diselenggarakan pukul 14:00 WIB menggunakan aplikasi pertemuan Zoom juga ditayangkan siaran langsung di kanal YouTube Ikatan Alumni Universitas Pertahanan UNHAN.

Pembicara pertama, Mayor Jenderal TNI Victor H. Simatupang, M. Bus (Komandan PMPP TNI) hadir bersama staf dari Samarinda, Kalimantan meskipun masih dalam acara Diseminasi Peran Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian dan PMPP TNI. Dalam paparan materinya, Victor menjelaskan tentang Sejarah Pelibatan TNI, PMPP TNI dan Mekanisme Deployment. Meskipun Indonesia belum mencapai target Visi 4.000 Peacekeepers tetapi berdasarkan pada data per Juli 2020 Indonesia mencapai target berada pada posisi sepuluh besar negara berkontribusi pasukan atau Top Ten Troops Contributing Country (TCC) dari 112 negara TCC (dengan 2.805 personel pasukan perdamaian TNI termasuk di dalamnya 116 personel wanita TNI-red).

Sementara, pembicara kedua, Brigadir Jenderal TNI Dr. Eri R. Hidayat, MBA., MHRMC (Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat & Peneliti Pasukan Perdamaian) turut hadir bersama staf dari Bandung. Eri menyampaikan bahwa perlunya pelatihan Resiliensi Psikologis bagi pasukan yang akan diberangkatkan ke Misi Pemeliharaan Perdamaian. Hal ini ditujukan agar personel pasukan memiliki kemampuan individu untuk menangani dengan berhasil berbagai situasi yang penuh tantangan, kemudian berlanjut dan bertahap dalam menghadapi kesulitan; atau kekuatan mental yang membuat mereka tetap sehat secara mental dan bisa recover walaupun menghadapi berbagai kesulitan; atau menghadapi stress dan trauma dengan bantuan orang-orang yang berkompeten.

Semua personel pasukan Pemeliharaan Perdamaian Dunia yang diberangkatkan dinyatakan sudah lulus seleksi dan diniliai apakah mereka tingkat stres yang mengancam atau tidak dan apakah mereka memiliki kemampuan untuk kembali dari situasi yang membuat stres sambil tetap menunjukkan performa yang optimal, untuk tetap mencapai tugas pokok yang diberikan, tegas Eri.

Berdasarkan lesson learned sebagai perwira psikologis pada Satuan Tugas United Nations African Mission in Darfur (UNAMID), Eri selaku Kepala Staff Dinas Psikologi TNI AD, mengusulkan agar PMPP TNI melakukan kembali evaluasi penilaian Resiliensi Psikologis personel pasukan yang kembali dari tugas Misi Pemeliharaan Perdamaian sebelum kembali ke keluarga dan unit mereka masing-masing.

Selain itu, kehadiran para penanggap, Dr. Henny Saptatia, Brigjen TNI (Purn) Makmur Supriyatno, Muhammad Revindo PhD, mampu memberikan sejumlah pengayaan pada tema webinar ini dalam segi national branding, national interest, dan keterkaitan pasukan pemeliharaan perdamaian dengan Economic Intelligence dan Industri Pertahanan.

Dari webinar ini, Ketua IPRCA – Dr. Prisca Delima mengungkapkan bahwa dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk berbuat baik demi masyarakat, bangsa, dan negara, seseorang memerlukan bukan saja kapasitas yang memadai ditambah dengan dukungan keterampilan dan teknologi yang menjadikannya mampu, tetapi juga resiliensi yang memadai. Resiliensi seseorang dapat terbentuk berdasarkan pengalaman pribadi, pengaruh lingkungan sosial terutama keluarga, selain juga lingkungan sosial budaya yang lebih besar lagi dan lingkungan hidupnya. Dalam konteks negara, kumpulan manusia Indonesia dengan kapasitas dan kemampuan resiliensi tinggi seharusnya menjadi national interest, karena ini menjadi aset bangsa dan negara. Untuk ke depan, demi Indonesia yang lebih baik, aset manusia Indonesia seperti inilah yang perlu tampil dan menjadi “brand” untuk Indonesia maju.

Menariknya, seminar daring Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI: Kontribusi Nyata bagi Indonesia dan Dunia memberikan hadiah doorprize kepada pesertanya berupa 5 (lima) buah Topi, 3 (tiga) buah berjudul “Tentang Ilmu Pertahanan” karya Brigjen TNI (Purn) Makmur Supriyatno dan 5 (buah) jaket bomber dari Kapuspen TNI AU.

Mereka yang beruntung mendapatkan topi adalah Alya Fathia Fitri (no. daftar 75); Muhammad Syaefuddin Junaedi (no. daftar 738); Danis Alfin Pratama (no. daftar 389); Safira Achsani Jasmine (no. daftar 541); Yeremia Sukoyo (no. daftar 903). Mereka yang beruntung mendapatkan buku adalah Raul Nardo Julius Silalahi (no. daftar 245); Sanggam BT. Simanjuntak (no. daftar 445) dan Ayu Soraya (no. daftar 108). Mereka yang beruntung mendapatkan Jaket Boomber adalah Meidy Hedit Dara Pinangsirih (no. daftar 787); Sarufi Usra (no. daftar 868); Rhanda Fahlevi Nayong (no. daftar 69); Marinus Yaung (no. daftar 1016); dan Irfan Rumaday (no. daftar 239). Hadiah akan dikirim setelah penerima hadiah menghubungi panitia untuk alamat pengiriman selambatnya 1 minggu setelah acara (15/07/2020 pukul 23:59) serta mengisi formulir umpan balik, jika tidak, maka hadiah tersebut akan dialihkan ke Seminar Daring berikutnya.

Webinar ini dilakukan dengan koordinasi lintas kota Jakarta-Bogor-Bandung-Samarinda serta didukung kerja sama yang baik dengan pihak Unhan, PMPP, Dinpsiad, LPEM FEB UI, SKSG UI, Mabes TNI, dan Puspen Mabes TNI AU serta Cakrawala.co. Keterlibatan anggota IPCRA pun sangat berperan, dengan dikomandoi Nalendro Nusantoro serta didukung oleh Bonar Nasution, Sifra Panggabean, Jeanne Francoise, Azzah Ratul Azisah, Nurindah Hastuti,  Dewi Henny, Letkol. Sulendro, Mayor (Adm) Prasetyo Hadi, AKBP Pratomo Widodo, Prisca Delima dan Aulia Assidik,

Rangkaian webinar IPCRA dimaksudkan sebagai tempat berdiskusi dan berbagi dalam ranah akademik, sehingga hasilnya pun diharapkan dapat memperkaya wawasan dan dapat menjadi masukan bagi instansi dan lembaga terkait. Agenda Webinar IPCRA berikutnya, menurut rencana akan hadir pada 12 Agustus 2020, masih dalam bentuk pertemuan virtual, demi kinerja yang tetap aman dan aktif serta tetap menjaga protokol kesehatan. Semua ini dilakukan demi membangkitkan semangat positif untuk Indonesia yang damai dan lebih baik. (sdk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: