Cakrawala News
Portal Berita Online

Selama Massa Pandemi Covid-19, BPJAMSOSTEK Karimunjawa Membayar Klaim Peserta Rp 444,8 Milliar

0 96

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa , melakukan pembayaran klaim peserta sebesar Rp 444,8 miliar.

Total pembayaran klaim tersebut dari empat program periode Januari hingga Desember 2020
Adapun pembayaran klaim tersebut meliputi program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Per bulan Desember 2020 total pembayaran klaim yang telah dibayarkan BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa tembus Rp 444,8 miliar,” kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa, Muhyidin, Jumat 22 Januari 2021.

Muhyidin menjelaskan, terdapat 22.095 pengajuan klaim JHT dengan total nilai klaim sebesar Rp 396,4 miliar. Kemudian sebanyak 312 ahli waris mengajukan klaim JKM dengan total sebesar Rp 12,1 miliar.

Lalu ada 4.063 peserta JKK yang mengajukan klaim dengan total yang dibayar sebesar Rp 31 miliar dan ada 4.312 peserta JP yang mengajukan klaim sebesar Rp 5,2 miliar.

“Saat pandemi COVID-19 ini terjadi peningkatan cukup signifikan pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT). Ini lantaran banyaknya karyawan atau pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya menjelaskan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun Jawa Surabaya, Muhyidin mengatakan, ada 3 program yang dijalankan sejak pandemi di antaranya Lapak Asik yakni Layanan Tanpa Kontak Fisik.

“Untuk peserta yang akan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) tidak perlu ke kantor, cukup melalui online bisa terlayani. Seperti apa prosesnya, jadi prosesnya dari rumah, ambil antrian online. Semua data di-upload dan akan kita verifikasi melalui video call,” katanya.

Ketika ada kendala atau susah melakukan online, program kedua yakni Layanan Lapak Asik onsite atau langsung datang. Protokol kesehatan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan juga tetap patuhi protokol kesehatan. Pertama masuk akan dilayani security, seperti cek suhu tubuh, penggunaan masker dan anjuran jaga jarak.

Kemudia ketika menyerahkan berkas misalnya, berkas streilisasi dengan box UV Sterilisasi. Dan saat akan berhadapan dengan Customer Service jaraknya jauh. “Mereka tidak langsung tatap muka, tetapi dengan video conference. Jadi, peserta bisa duduk dan menjelaskan keperluannya melalui video tersebut,” jelasnya.

Ketiga adalah Layanan Kolektif. Ini dilakukan HRD saja sebagai perwakilan bagi perusahaan yang melakukan PHK massal. Perkerja tidak perlu antri sendiri. “Jadi, setelah data terverifikasi, kemudian dilakukan video call dan kita bayarkan klaimnya. Proses simpel sekali,” paparnya.

Ia berpesan pada seluruh pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya, apalagi di bulan ini bisa berkesempatan mendapatkan releksasi iuran. Mereka juga tidak perlu khawatir dengan keadaan di masa pandemi ini. Selain tetap mengikuti prokes, juga mempermudah peserta dengan adanya program secara online tersebut.

“Saya pikir pandemi ini kita bisa kreatif dan layanan lebih simpel. Kami juga berusaha memberikan pelayanan terbaik pada peserta hingga saat ini,” pungkasnya. (Gibran/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.