Cakrawala News
Portal Berita Online

Sekolah Berkualitas di Sidoarjo ini, Persiapkan Asesmen Kompetensi Minimum Untuk Guru-Gurunya

0 308

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Sekitar 75 guru SMA dan SMK se Kecamatan Taman mengikuti Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dalam acara yang digelar di lantai III SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo ini mendatangkan dua pemateri dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Yakni Dr Endah Budi Rahayu ,M Pd pakar Numerasi dan Dr Syamsul Sodiq, M Pd pakar Literasi.

Kendati AKM ini digelar dengan tatap muka, akan tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes) mulai mencuci tangan, jaga jarak, pemeriksaan suhu tubuh serta mengisi ruang kelas tidak lebih dari 50 persen.

“Kami sengaja mendatangkan dua pakar Numerasi dan Literasi Unesa untuk menyusun dan menyelesaikan soal-soal yang dianggap berat. Karena itu bisa menurunkan imun (kekebelan) tubuh siswa. Materi soal hot (berat) sebenarnya tidak ada yang berat tinggal teknik penyelesaiannya agar bisa dikerjakan siswa secara enjoy (nyaman),” ujar Kepala Smamita Sidoarjo, Zainal Arif Fakhrudi disela acara AKM, Kamis 18 Februari 2021.

Lebih jauh, Kepala Smamita yang akrab dipanggil Arif ini menjelaskan setiap tahun sejak ditiadakannnya Ujian Nasional (Unas) bagi siswa siswi kelas 12 oleh Mendikbud RI, maka setiap tahun Smamita menggelar Bimtek AKM itu.

“Targetnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021. Karena kami yakin dengan kemampuan para guru meningkat dalam menyelesaikan soal-soal maka akan mempermudah peserta didik mengerjakan soal-soalnya,” ungkapnya.

Sementara salah seorang panitia AKM Smamita, Bachtiar Adi Saputra yang juga sebagai Koordinator Pengembangan Pembelajaran menegaskan jika pihaknya mendatangkan dua pakar dari Unesa itu lantaran sudah membidangi soal-soal ujian. Selain itu, keduanya juga berkecimpung mengenai soal-soal untuk SMA dan SMK tingkat tinggi.

“Keduanya memang ahli dan pakar Numerasi dan Literasi. Makanya, kemungkinan itulah yang mendorong banyak peserta tertarik ikut AKM di Smamita Sidoarjo ini,” tegas Guru Biologi Smamita ini.

Bagi Bachtiar, AKM merupakan media pembelajaran bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan (skill)-nya masing-masing dan mumpuni di bidang mata pelajarannya masing-masing. Apalagi, AKM itu sifatnya wajib bagi setiap guru sejak tidak adanya atau dihapusnya Unas sejak adanya pandemi Covid-19 setahun lalu.

“Program lanjutannya tetap tim Smamita memberikan pembinaan. Karena sebagai persiapan kewajiban menggantikan Unas untuk siswa kelas 11. Termasuk pelatihan pendampingan diteruskan dan prakteknya membuat soal untuk diujikan di Penilaian Tengah Semester (PTS),” tandasnya. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.