Cakrawala News
Portal Berita Online

Sekda Bone Bolango: Stunting Harus Dikeroyok Lintas Sektor

0 42

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Sekretatis Daerah (Sekda) Bone Bolango, Ishak Ntoma, mengatakan untuk menangani masalah stunting atau (dalam definisinya kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak) di wilayah tersebut harus dikeroyok oleh lintas sektor.

Hal itu ia utarakan dalam ‘pertemuan koordinasi konvergensi lintas sektor Kabupaten Bone Bone Bolango’ yang digelar di rumah makan meranti indah, Kamis (25/6). Dari pantauan, semua OPD setempat turut hadir dalam kegiatan itu. Selain itu, acara ini secara ketat menerapkan protokol kesehatan, mulai dari adanya tempat cuci tangan, dicek suhu tubuh dan physical distancing.

Sekda Ishak, menyampaikan mengapa istilah konvergensi penting diterapkan dalam mengatasi masalah stunting, karena hal ini menyangkut bagaimana nasib generasi bangsa ke depan, di mana aspek kesehatan bayi begitu penting untuk mendapatkan perhatian bersama.

“Konvergensi memiliki arti cara berfikir yang fokus, mengandalkan kecepatan dalam mengambil suatu tindakan dan tingkat akurasi. Karena kita ini mengurus manusia yang kekurangan gizi, yang dalam datanya di Indonesia dari 10 bayi lahir 3 atau 4 di antaranya mengalami stunting. Jadi, mengurus ini tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Menurut Ishak, jika problem stunting ini tidak segera diseriusi maka setiap generasi bangsa Indonesia yang lahir tidak akan berkualitas, terlebih akan sulit bersaing di era globalisasi yang semakin pesat.

“Sudah fisiknya pendek, kurus dan pasti otaknya tidak berkembang. Dan pasti generasi seperti ini akan tertinggal jauh. Makanya, dalam pertemuan ini kami meminta semua pihak harus terlibat, sebab masalah stunting ini bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, stunting biasanya dikarenakan Ibu dan bayi tersebut tidak memperoleh asupan gizi yang sempurna. Tidak hanya itu, memperhatikan kebersihan air pun menjadi hal yang urgen.

“Oleh sebabnya, 1000 hari pertama kehidupan bayi sangat penting, yaitu sejak berdada dalam kandungan sampai kemudian berumur dua tahun. Nah, ini menjadi periode emas mereka,” katanya.

Selain itu, Sekda Ishak, menuturkan terdapat 27 desa yang menjadi lokus utama penanganan stunting di Bone Bolango berdasarkan data dari Bappenas dan Bangda. Hal ini tentunya, harus menjadi aksi prioritas baik oleh pemerintah daerah, camat dan kelurahan/desa.****(Aprie)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: