Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Sejumlah Seniman Gairahkan Kampung Edukasi Watulumbung Bantul

BANTUL JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO ,- Sejumlah seniman dari berbagaid aerah di Yogyakarta maupun luar yogyakarta mulai meramaikan dan menyemarakkan suasana di kampung edukasi yang terletak di perbukitan Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Kampung Edukasi Watulumbung yang digagas Muhammad Boy Rifai itu kini semakin eksis menjadi pusat kegiatan kreatif seniman Yogyakarta.

Sebelumnya, ada seniman patung, Yusman yang meletakkan patung Garuda dan rencananya akan segera membuka galeri di puncak Watu Lumbung dengan berbagai macam patung Pahlawan Indonesia. Kemudian ada pula yang sering bergabung Yani Saptohudoyo, aktor senior Liek Suyanto, Merits Hendra, Pelukis Muda Sepa Darsono dan masih banyak lagi yang sudah sering ikut meramaikan kampung edukasi Watulumbung dengan kreatifitasnya.

Beum lama ini disusul dua seniman lukis, Klowor Waldiyono asal Yogyakarta dan Hani Santana dari Kota Cilacap. Keduanya akan segera membuka galeri karya disana karena tertarik dengan panorama alam yang ada di Bukit Watu Lumbung.

“Saya masuk ke Watulumbung karena sesuai dengan apa yang saya suka yakni mencintai nuansa alam. Panorama alam indah, Tebing dan tumbuhan. Ini bagian dari kebanyakan ide-ide lukisan saya,” ujar Klowor.

Menurut dia, selama ini banyak sekali karya lukis yang dihasilkan terinspirasi dari panorama alam. Oleh karena itulah klowor bersemangat gabung di kampung Edukasi Watulumbung.

Alasan lainnya, lanjut klowor, bukit yang berjarak 6 kilometer dari pantai Parangtritis itu memiliki struktur tanah yang luar biasa. Sebuah bukit yang sangat bagus untuk kerja kreativitas.

“Orang mungkin melihatnya biasa, tetapi bagi saya ini luar biasa. Dari bentuk struktur tanah, pohon-pohon dan sungai opak. Menyempurnakan ide saya untuk berkarya,” imbihnys.

Kedatangan seniman Klowor di kawasan perbukitan itu ditandai dengan penyerahan “Kinara dan Kinari” pada Minggu (25/8/2019) di galeri Watu Lumbung.Kinara dan Kinari merupakan lukisan Klowor yang menyerupai bentuk kucing.

Begitu juga dengan Hani Santana, ia datang jauh dari Cilacap membawa “Penggembala Bintang” sebuah karya lukis tentang pencarian jati diri. Di masa mendatang, di Bukit Watu Lumbung yang masih bernuansa alam itu, Klowor dan Hani mengaku akan segera melakukan “Babad Hutan Kreativitas”. Yakni mereka akan membuka galeri dan melakukan kegiatan berkesenian sebagai bagian dari darma budaya.

“Saya dapat amanah dari Pak Boy penggagas Kampung Edukasi Watulumbung, tanah ini harus menjadi kerja kreatif. Saya pikir Watulumbung harus ada kegiatan berkarya, minimal ukuran 40×40 centimeter bagi tamu yang berminat melukis dengan bimbingan seniman, menikmati alam, menikmati apapun di sini,” katanya.

Sementara itu, Hani Santana mengaku bergabung di kampung Edukasi Watulumbung karena ingin bersinergi, bersama dalam seni.

“Cita-cita saya dari dulu ingin memiliki wadah yang tepat. Siapapun bisa bergabung. Setidaknya yang hadir nantinya bisa memanfaatkan tempat ini untuk berkesenian,” Pungkasnya.***( Okta/ santosa )

Facebook Comments
%d bloggers like this: