Cakrawala News
Portal Berita Online

Sejak Tahun 2017, Ribuan SIM dan STNK Numpuk di Kejari Tak Diambil Pelanggar

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,  – Ribuan barang bukti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menumpuk di kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar. Ribuan SIM dan STNK ini merupakan barang bukti pelanggar lalu lintas yang sudah mendapat putusan pengadilan sejak Januari 2017 hingga Agustus 2019.

SIM dan STNK yang masih menumpuk sebanyak 1.531 ini, adalah hasil dari razia Polantas di wilayah hukum Polres Banjar.

“Barang bukti berupa SIM dan STNK ini belum diambil oleh pelanggar atau pemiliknya. Dari jumlah 1.531 yang terkumpul, diantaranya merupakan barang bukti di tahun 2017 sebanyak 230 perkara, kemudian pada tahun 2018 sebanyak 626 perkara, dan tahun 2019 dari Januari sampai Agustus sebanyak 675 perkara,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Aan SH MH, Kamis (19/9/2019).

Aan menambahkan, barang bukti jenis SIM rata-rata merupakan SIM C dan A. Selain itu, untuk STNK kebanyakan STNK sepeda motor dan minibus.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pelanggar atau pemilik SIM dan STNK tersebut untuk segera mengambilnya ke kantor Kejari Kota Banjar.

“Untuk pengambilan harus melampirkan bukti setor ke Bank sesuai hasil putusan sidang. Namun jika tidak mengetahui, silahkan datang ke Kejaksaan dan konsultasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Masih kata Aan, untuk biaya denda hasil putusan pengadilan sendiri berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 149.000. Denda tersebut harus dibayarkan terlebih dahulu supaya barang bukti SIM dan STNK bisa dikembalikan.

“Jika tidak diambil, khawatir sepeda motor tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, begitu juga dengan SIM. Karena barang bukti perkara ini kan hasil razia pihak kepolisian yang kemudian disidangkan dan hasil sidang diserahkan ke Kejaksaan,” katanya.

Lebih lanjut, Aan mengatakan bahwa untuk pengambilan SIM dan STNK sendiri, bisa pada jam kerja kantor yakni hari Senin sampai hari Jumat.

“Kami berharap SIM dan STNK ini segera diambil pelanggar atau pemiliknya, karena ini dokumen penting dan wajib dalam berkendara. Apalagi STNK yang kita simpan ini tidak hanya dari Kota Banjar saja, melainkan ada juga dari dari Cilacap, Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, bahkan hingga dari luar pulau Jawa,” pungkasnya.***Hermanto

%d bloggers like this: