Sebulan 13.700 Anjing Masih Dikonsumsi,Pecinta Anjing Unjuk Rasa Di Balaikota Solo

SOLO JATENG CAKRAWALA.CO,-Sejumah pecinta anjing, yang tergabung dalam dog met free DMFI indonesia kamis (25/04/19) menggelar aksi unjuk rasa menolak dan menentang anjing dijadikan konsumsi, di depan balaikota solo,jawa tengah. dalam aksinya,selain menagih komitmen pemerintah,bahwa indonesia bebas rabies di tahun 2020,  mereka juga menyayangkan tingginya jumlah anjing masih dikonsumsi di solo sebanyak 13.700 per ekor setiap bulanya.

dengan membentangkan spanduk dan poster bertuliskan penolakan konsumsi daging anjing,dogs are not food.solo bebas daging anjing dan lain sebagainya,para pecinta anjing di solo yang tergabung dalam dog met free indonesia DMFI menggelar aksi unjuk rasa kerihatinan.

Dalam aksi yang digelar tanpa orasi tersebut, perwakilan Dog Meat Free Indonesia, Angelina Pane,menjelaskan,berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pada Januari lalu, setidaknya ada 82 warung di Solo yang menjual daging anjing.”Mereka menjual secara terang-terangan daging anjing, tapi tentu saja tak terhitung berapa puluh warung lainnya di sekitar Solo yang tidak terang-terangan menjual daging anjing,” kata Angelina

Anggelina pane menambahkan.di perkirakan setiap bulannya ada sekitar 13.700 ekor anjing yang dijual dan dikonsumsi di Kota Solo, berdasarkan keberadaan 82 warung yang menyatakan menjual daging anjing.Dari informasi yang dapatkan, anjing-anjing yang dijual dan dikonsumsi di Solo didatangkan dari Jawa Barat dan Jawa Timur.”Anjing yang masuk ke Solo itu berasal dari Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya. Sedangkan dari Jawa Timur dari Surabaya,” ungkap Angelina.”Arus masuk anjing secara massal hampir 500 ekor anjing setiap hari,” tambahnya Banyaknya pasokan daging anjing ke Solo lebih disebabkan banyaknya permintaan dari konsumen, ujarnya.

Dia memperkirakan Solo menjadi kota yang cukup tinggi untuk peredaran anjing yang dijual dan dikonsumsi dibandingkan kota lain di Pulau Jawa.”Ini sangat memprihatinkan, Solo yang katanya berseri malah seperti jadi Solo kota daging anjing, karena semakin tingginya permintaan dan promosi Solo mengenai itu (kuliner anjing),” ungkapnya.Menurut Angelina, maraknya peredaran daging anjing di Solo dikhawatirkan rentan terhadap penyebaran penyakit rabies, karena anjing-anjing tersebut didatangkan dari luar Solo.Karena itulah, dia meminta supaya perdagangan daging anjing di Solo dihentikan.”Saat ini hanya delapan provinsi dari 34 provinsi yang bebas rabies. Jawa Tengah termasuk yang bebas rabies, tapi bukan tidak mungkin Solo dan Jawa Tengah akan kehilangan status bebas rabies karena perdagangan anjing tidak dihentikan,” ujarnya.Ia mengharapkan kampanye menolak perdagangan daging anjing ini didukung Pemkot Solo serta dapat berlaku di seluruh Indonesia.untuk mewujudkan Indonesia bebas daging anjing,Indonesia sebenarnya sudah mencanangkan bebas rabies tahun 2020. Tetapi tidak akan mungkin terjadi jika perdagangan daging anjing tidak dihentikan saat ini.Sementara, di solo sendiri,aturan yang mengatur larangan maupun perdagangan daging anjing belum ada.AGb

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: