Cakrawala News
Portal Berita Online

Sebut Megawati Mak Lampir, Hoho Dipolisikan

6

JOGJAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Karena menyebut Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dengan sebutan Mak Lampir, dalam akun facebook-nya, Hoho (37)  warga Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabaupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan ke polisi oleh  Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kulonprog.

Hoho  dilaporkan ke polisi karena dianggap menyebakan ujaran kebencian melalui akun Facebook pribadinya.

Ketua DPC PDIP Kulonprogo, Sudarto mengatakan Selasa 1 Mei 2018, sejumlah simpatisan PDIP Kecamatan Galur melaporkan Hoho dalam akun facebooknya telah melakukan ujaran kebencian dengan menyebut bahwa PDIP merupakan partai komunis.

ads bukopin

 Selain itu, Hoho juga mengunggah sebuah foto yang memuat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri; Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti; Wali Kota Surabaya, Risma Maharani serta Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno.

“Dalam unggahan foto tersebut, Hoho menuliskan status berbunyi: Pasukan CODOT DAN KAMPRET MAK LAMPIR WIS PEOT,” sambung Sudarto.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Hoho telah mencedarai seluruh lapisan pada tubuh partai banteng bermoncong putih tersebut. Pihak DPC PDIP Kulonprogo pun menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian.

 “Proses hukum akan tetap berlanjut. Berdasarkan informasi dari kepolisian, pelaku sudah diamankan di Polres Kulon Progo malam tadi,” pungkas dia.

Sementara Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait tindakan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Hoho warga Desa Kranggan, Kecamatan Galur. Hal itu berdasarkan laporan dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kulonprogo tentang tindakan ujaran kebencian yang dilakukan oleh NAN pada Selasa (01/05) kemarin.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution melalui Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Dicky Hermansyah menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap Hoho. Selain itu, polisi juga turut memeriksa tiga orang saksi, satu diantaranya merupakan Ketua DPC PDIP Kulonprogo, Sudarto.

“Pelaku melakukan tindakan ujaran kebencian melalui akun Facebook pribadinya. Status tersebut diunggah pada Selasa siang. Kejadian ini kemudian dilaporkan pada Selasa malam,” ungkap Dicky ketika dijumpai awak media di Mapolres Kulon Progo.

Hoho sendiri  lanjut Dicky, saat ini masih ditetapkan sebagai saksi. Pihaknya harus merumuskan perkara tersebut terlebih dahulu sebelum bisa menetapkan status Hoho sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Hoho, ia mengaku mengunggah status dan foto berbau ujaran kebencian lantaran tidak suka dengan salah satu partai politik (parpol) di Indonesia,” sambung Dicky.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap Hoho yakni Pasal 45 A Ayat 2 dan Pasal 45 A Ayat 3 UU ITE subsider Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dengan hukuman maksimal enam tahun penjara.

Hoho  dilaporkan kepada pihak yang berwajib lantaran mengunggah status di akun Facebook dengan menyebut bahwa PDIP merupakan partai komunis. Ia juga menganggap sejumlah tokoh yang bersama Megawati Soekarno Putri dalam satu bingkai di foto yang ia unggah sebagai pasukan codot. (gondo/fur)

Comments are closed.