Cakrawala News
Portal Berita Online

Sayembara Berakhir, 6 Bocah Dapat Hadiah Dari Polsek Panakukang

0 2
idul Fitri Cakrawala

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Upaya menghentikan produksi dan peredaran senjata jenis busur dan pelontar busur diwilayah kecamatan Panakukang, Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang memberikan hadiah kepada 6 Bocah yang dulunya aktif produksi busur. 
 

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman mengatakan, kegiatan yang dilakukannya guna menekan angka kriminalitas, serta menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap hukum atau pidana dengan kepemilikan senjata tajam khususnya busur.

“Kegiatan itu untuk menekan jumlah kriminal atau gangguan kantibmas serta kami berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menukarkan busur, jadi sifatnya kami disini melakukan upaya preventif agar masyarakat sadar dengan hukum terhadap larangan ataupun adanya tindak pidana dengan memiliki busur apalagi menggunakan,”jelasnya, Sabtu (15/2/2020).

Kapolsek Panakukang Kompol Jamal Fatur Rakhman memberikan reward kepada salah satu Bocah yang dulunya adalah seorang pembuat anak panah (Busur) di acara FKPM kelurahan Tamamaung.(dok)

Jamal juga mengatakan, bahwa idenya membuat kegiatan tersebut berdasarkan dari hasil evaluasi dengan beberapa kejadian di berbagai daerah di Kota Makassar khususnya Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Panakkukang.

“Idenya dari kami melakukan evaluasi di Wilkum Polsek Panakkukang, dengan beberapa kejadaian di Wilkum Panakkukang mau pun polsek lainnya sehingga kami dengan harapan mengadakan acara ini mengurangi ataupun menghilangkan tindak pidana khususnya berhubungan dengan busur yang belakangan ini marak di daerah polsek-polsek lainnya,”katanya.

Kegiatan yang sudah dilakukan sejak 5 Februari 2020 dan berakhir pada Sabtu malam ini. Dia mengatakan sudah banyak masyarakat yang berniat untuk menukarkan senjata tajam busur tersebut.

Dantim Resmob Polsek Panakukang Bripka Dzulkadri memberikan reward kepada salah satu bocah yang menyetorkan busur saat ulang tahun FKPM kelurahan Tamamaung.(Dok)

Ditegaskan bahwa kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan senjata busur. 

Dia berharap dengan adanya aksi warga menyerahkan busur bisa mengungrangi atau bahkan menghilangkan penggunaan senjata mematikan itu, khususnya di Panakkukang. Meski pihaknya memberi batasan waktu penukaran tersebut. 

“Peringatan tetap ada, kami juga akan memberikan imbauan terhadap pidana atau hukuman penggunaan penggunaan atau kepemilikan busur tersebut.” Tutup perwira Berpangkat Bunga Melati tersebut.(Rez/Ril)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: