Cakrawala News
Portal Berita Online
idul harita

Satuan Pemadam Kebakaran dan Rescue Evakuasi Penyelamatan Warga di Lebaran H+3

0 251

JAKARTA, CAKRAWALA.CO – Dalam menciptakan suasana aman dan nyaman warga, Pemerintah Republik Indonesia (RI) tidak hanya menyiapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetapi juga menyiagakan Satuan Pemadam Kebakaran dan Search and Rescue (SAR).

Seperti yang dialami oleh Echi Phillia dan keluarganya di Duren Sawit, Jakarta Timur Sabtu (15/05/2021), tiba-tiba di halaman rumahnya banyak didapati lebah berterbangan yang sangat mengganggu dan dirasa membahayakan, apalagi dirinya memiliki bayi berumur 2 tahun yang kerap kali bermain di halaman.

Awalnya, Echi sempat ragu untuk menghubungi Pemadam Kebakaran tetapi karena sudah semakin banyak lebah yang berdatangan. Ia pun menghubungi Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Rescue Jakarta Timur.

ads harlah pkb

Usai menceritakan kondisi yang dialaminya kepada operator, tak sampai 5 menit, Penata Muda Tk.I, Agus Jaka Pramono dari Kantor Sektor 5 Kecamatan Duren Sawit tiba Bersama dengan 3 orang anggota timnya.

Dengan sigap, Kepala Satuan Damkar dan Rescue ini memberikan saran kepada Echi setelah melihat titik kumpul lebah. Agus menilai meskipun tidak membahayakan jiwa tetapi lebah madu yang ditemui ini dapat menyebabkan bengkak jika tersengat. Apalagi Echi memiliki bayi berusia 2 tahun.

Dikarenakan sarang lebahnya tidak tampak dan diduga berada di dalam plafon kayu, diberikan 2 (dua) alternatif. Yang pertama, menjebol plafon kayu untuk menemukan sarang dan membuangnya. Yang kedua, dengan menyemprotkan pestida dengan kadar tinggi tanpa merusak plafon.

Evakuasi Penyelematan Warga dari Sarang Lebah oleh Satdamkar dan Rescue Duren Sawit Jakarta Timur. Foto: Istimewa

Untuk sementara, Echi memilih pilihan yang kedua. Dalam waktu lebih kurang 10 menit penyemprotan, puluhan lebah yang keluar dari lubang yang diduga tempat keluar masuk lebah dan perlahan mati.

Agus mengisahkan, setiap kali dirinya piket bersama anggota timnya, tidak hanya sarang tawon saja, panggilan termasuk evakuasi biawak, pelepasan cincin, hingga pengambilan handphone jatuh ke selokan selalu mereka laksanakan.

“Selama Bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri (2021), intensitas peristiwa evakuasi rescue terutama di malam hari relatif meningkat,” aku Agus. Tercatat hampir ada 12 (dua belas) panggilan penyelamatan dan evakuasi. Angka ini meningkat lebih banyak dari Lebaran tahun 2020 yang sebelumnya tercatat sekitar 8 (delapan) kali peristiwa.

Puluhan Lebah Madu yang mengganggu di halaman rumah Warga. Foto: Istimewa

Sementara, untuk angka peristiwa kebakaran tercatat mengalami penurunan. “Alhamdulillah berkat sosialisasi yang sudah dilakukan petugas di lapangan relatif menurun menjadi paling banyak 3 (tiga) kali dari bulan-bulan sebelumnya yang biasanya 5 (lima) sampai 6 (enam) kali,” ucap Agus.

Warga tetap dihimbau untuk tetap waspada dan mencegah terjadinya kebakaran. Jika membutuhkan bantuan pemadam kebakaran dan bantuan evakuasi rescue segera menghubungi telepon hotline 112 atau untuk wilayah DKI Jakarta di nomor telepon 021- 0216344579. (sdk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.