Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Satu Keluarga di Situbondo Jadi Tersangka Kasus Perdagangan Manusia

0 10

SITUBONDO, JAWA TIMUR, CAKRAWALA.CO – Satu keluarga di Situbondo menjadi tersangka perdagangan manusia, itu diungkapkan Polres Situbondo saat menggelar Press release di Mapolres, Senin (29/7/19). Selain kasus dugaan perdagangan manusia atau Human Trafficking, polisi juga berhasil mengungkap kasus dugaan penambangan liar.

 

 

“Polres Situbondo berhasil mengungkap dugaan perdagangan manusia, berdasarkan laporan polisi model A, dan ini juga berkat sinergi antara Polri dan masyarakat,” terang Kapolres AKBP Awan Hariono, dihadapan sejumlah wartawan.

 

 

 

Kronologi pengungkapan kasus itu berawal, ketika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan jika ada dugaan perdagangan manusia yang berlokasi di eks lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo.

 

 

 

Namun di salah satu wisma eks lokalisasi dimaksud ternyata sudah kosong. Selanjutnya polisi berhasil mengendus keberadaan mereka di salah satu rumah yang  berada di luar eks lokalisasi. Ditempat itulah polisi mengamankan satu orang diduga korban, dari penangkapan ini kemudian dikembangkan, dan berhasil mengamankan 11 wanita lainnya. Setelah dilakukan identifikasi, ada lima wanita masih berusia dibawah umur.

 

 

 

“Korban ini ternyata mendapatkan perlakuan eksploitasi seksual, mereka dipekerjakan sebagai Pekerja Sex Komersial ( PSK )ditempat itu. Kami akan objektif mengungkap kasus ini, jadi rekan wartawan akan kami infokan perkembangan kasusnya secara berkala,” tegas Awan lagi.

 

 

 

Selain wanita dibawah umur, wanita lainnya yang berhasil diamankan kini sudah diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan rehabilitasi. Diharapkan, proses rehab itu bisa merubah profesi mereka agar bekerja selayaknya dengan tidak menjual diri.

 

 

Informasi lain yang diperoleh, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, masing-masing adalah Nita (33), Slamet (50), serta Subaidah (45). Meski demikian, hanya Nita saja yang berhasil diamankan sementara dua tersangka lainnya berhasil kabur dan kini masih terus diburu polisi.

 

 

 

Nita sendiri adalah anak dari Subaidah hasil pernikahannya dengan suaminya terdahulu, Subaida ini kemudian menikah lagi dengan Slamet. Hingga saat ini keluarga itu memiliki rumah di eks lokalisasi, dan dimanfaatkan sebagai rumah bordir yang menyediakan wanita penghibur.

 

 

“Satu tersangka sudah kami lakukan penahanan, sementara dua lainnya masih kami buru karena pada saat proses penangkapan memang tidak berada di lokasi,” beber perwira berpangkat melati dua ini.

 

 

 

 

Sementara kasus lainnya yaitu tambang liar  polisi berhasil mengamankan beberapa orang dan dua unit dum truck. Mereka yang diamankan masing-masing adalah, Wasil dan Andre. Meski demikian, keduanya hanya sebagai saksi karena pada saat penggrebekan keduanya memang berada di lokasi tambang itu dan dikatahui hanya sopir.(JATIM 1/ fin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: