Cakrawala News
Portal Berita Online

Satu Jam Bersama Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna

Oleh: Janur M Bagus

Bagian V (Tamat)

Budi Kecil Memang Berbudi

Mulai dari Bupati hingga RT dan RW berlomba memberikan testimony terkait kiprah sosok Budi Satria Wiguna di Kabupaten Garut dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres bahkan jauh lebih dari sekedar tugas di kepolisian, Budi dinilai sukses dan berhasil menjadi inspirator dalam hal kepedulian kepada warga masyarakat sekitar melalui program program sosial kemsyarakatannya. Bersambung…..

Masa kecil perwira Polisi ini memang berjalan bisa seperti kebanyak anak-anak seusianya, tumbuh dan berkembang dilingkungan keluarga yang taat dengan ajaran agama serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun sebagaimana menjadfi ciri mandiri dan jati diri warga tatar Sunda.

“Ayah saya orang yang tegas dalam mendidik anak-anaknya, namun tetap lebut dan santun sehingga saya memiliki kesan mendalam dengan kedua orang tua saya itu,” Kata Budi Satria Wiguna saat berbincang santai menyoal masa kecilnya.

Budi menyatakan menjadi anggota Bhayangkara bukan cita-citanya sejak kecil karena cita-cita ingin menjadi Polisi datang pada saat dirinya mencari jati diri yaitu pada usia menjelang lepas dari Sekolah Menengah Atas.

“selepas sekolah SMA saja saya masih bingung mau melanjutkan kemana… Dan baru ada kepastian setelah melihat gerbang terbuka untuk bagaimana saya kelak bisa berbuat banyak kebaikan dikemudian hari. Tak ada seorangpun yang mengarahkan saya untuk menjadi Polisi termasuk dari orang tua semuanya mengalir secar alamiah,”ungkap Budi mengenang masa-masa saat pilihan menjadi polisi dijalaninya demi bisa berbuat baik untuk semuanya.

Jaman dulu lanjut Budi, pada waktu ia masuk pendidikan polisi masih bersatu dengan pendidkkan Tentara yaitu Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI-red), tanpa memilih dirinya malah diarahkan ke Kepolisian setelah menjalani serangkaian pendidikan di Akademi.

“Tidak ada keinginan kita mau masuknya ke TNI atau Kepolisian semuanya berdasarkan hasil serangkaian tes yang dijalaninya sehingga pihak penyelenggara pendidikan itulah yang kemudian mengarahkan kami masuk Tentara atau polisi,”ujarnya.

Menurut Budi setelah ada arahan hasil serangkaian penilaian dan tes yang selama itu dijalaninya barulah menyadari dan fokus bahwa dijalur itulah dirinya akan melakukan pengabdian sepenuhnya.

Budi kembali mengenang masa kecil yang telah dilewatinya dengan segudang cerita yang penuh dengan liku-liku dan mengalir sebagaimana kebanyakan anak kecil pada usinya. Sejak sekolah dasar budi mengakui mendapatkan pendidikan orang tuanya langsung dengan penuh kasih sayang serta berada dilingkungan keluarga yang taat beragama sehingga tidak heran jika ia senantiasa dibimbing dan diekatkan dengan ajaran-ajaran agama yang hingga menginjak usia dewasa terbawa dan terus terngiang terutama pada nasihat-nasihat kedua orang tuanya.

Budi tidak menampik jika pada masa-masa kecil yang dilewatinya juga tidak terlepas dari kenakalan bocah yang ada pada jamannya. Namun senakal-nakalnya ia tidak pernah bersentuhan dengan barang-barang terlarang seperti miras, narkoba atau perilaku menyimpang jauh dari aturan agama dan negara.

“Dulu paling nakalnya saya bolos sekolah kemudian main game. Game juga dulu jamannya dingdong kayak gitu belum seperti game on line saat ini,”ungkap Budi mengenang.

Ia malah sempat heran karena pada usia remaja, dimana teman-teman sebanaya banyak yang nakal, ketika ia bermasuk bergabung dengan teman-temannya yang tengah nakal-nakalnya malah mendapatkan penolakan.

“Dulu kalau saya mau ikut ikutan nakal, teman-teman saya malah menolak dan meledek saya agar tidak ikut ikutan, mungkin karena muka saya tidak meyakinkan didepan teman-teman saya kala itu,”kenang Budi sambil mengingat-ingat masa lalu yang telah dilaluinya.

Perjalanan masa lalu pada masa kecil dan remaja hingga meningkat  dewasa  secara sukses telah dilalui Budi dengan guratan takdir membawanya di Korp Bahayangkara dengan segunag prestasi yang terbilang cukup meninjol dalam menjalankan setiap gugus tugas yang diembannya.

Budi menyebut sebagai prajurit dirinya harus siap dan telah siap menghadapi apapun tuntutan tugas dan penugasan dari atasan dimanapun dan kapan-pun.***Tamat

***Penulis adalah Jurnalis Penggiat Informasi Masyarakat, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut

%d bloggers like this: