Cakrawala News
Portal Berita Online

Satu Jam Bersama Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna

Oleh: Janur M Bagus

Bagian III

Tentang Bukit Parama Satwika, Membuka Akses Pariwisata

“Sudah lupa saya, dimana saja dan kapan waktu persisnya kegiatan jumat keliling dan berbagi ini, yang terpenting buat kami kita berbuat yang terbaik dan semua warga memahami bahwa tugas kepolisian adalah memberikan solusi tidak untuk memberi beban, itu saja,”imbuhnya. Bersambung….

Naluri yang tajam membaca potensi untuk memberikan solusi juga perkembangan positif bagi warga masyarakat ditunjukan sosok Budi Satria Wiguna dengan menyulap bukit tandus di kawasan Gunung Putri  Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut Jawa Barat, menjadi salah satu kawasa unggulan sebagai Destinasi wisata baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan warga masyarakat sekitar.

Terbukanya akses menuju kawasan tersebut dengan pembangunan jalan desa yang dirintis Budi menjadikan harga tanah milik warga setempat yang semula tidak ada haganya menjadi bernilai jual tinggi, serta banyaknya masyarakat yang berpotensi memiliki penghasilan baru terutama bagi warga masyarakat yang selama ini menganggur tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kehadiran Bukit tandus yang disulap Budi dengan nama Parama Satwika memberikan manfaat laur biasa bagi warga sekitar, mereka dapat menjadi bagian dari denyut aktifitas kehadiran destinasi wisata baru sebagai lokasi wisata dan olah raga paralayang dan Gantole dilokasi bukit “Parama Satwika”.

Istilah Parama Satwika adalah sebutan yang sejak lama dibawa Budi Satria Wiguna sebagai nama angkatan saat menyelesaikan pendidikan Akademi Kepolsiian di tahun 1998.

Parama Satwika dalam makna harfiahnya sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana benar-benar dijadikan pedoman untuk memaknai perjalanan dimanapun dan kapanpun agar senantiasa memberi manfaat bagi sesamanya.

Sejalan dengan terbukanya potensi wisata terbang layang yang dirintis dengan seksama dan mensosialisasikan apa yang menjadi ide serta gagasan dan juga buah pemikiran untuk kemajuan daerah serta warga masyarakatnya, Budi juga mulai menularkan kemampuannya dengan menurunkan perintah langsung bagi beberapa anggotanya untuk secara aserius belajar dan menekuni kemampuan olah raga Paralayang dan Gantole agar kawasan yang kini telah menjelma menjadi destinasi wsiata unggulan baru kabupaten Garut tetap terjaga dan memiliki para pelaku propfesional yang kemuadian menjadi lokomotif guna melanjutkan apa yang dicanangkannya.

Budi menyadari sebagai prajurit Bhayangkara, ia tidak akan dapat selamanya tinggal dan menetap dalam posisinya seperti saat ini dengan jabatan Kapolres, akan tetapi karier serta gugus tugas tentu saja dapat setiap saat mengantarkan dirinya lari kelain posisi, berpindah ketempat dimana ia harus tetap tengadah menyerahkan jiwa dan raganya demi nusa bangsa dan negara.

Maka sangat rasional dan tampak mapan penuh perhitungan jika dikemudian, Budi memilih menularkan kemampuan lain kecakapan dirinya meski harus menebusnya dengan nilai rupiah serta budi bhakti sepenuhnya dermi kemajuan para penerus Cita-cita serta ide brilian membangun garut dari sektor pariwisata melalui kehadiran Bukit Paralayang “Parama Satwika”.

Tidak membutuhkan waktu lama masih dalam era kepemimp;inannya, sejumlah nama prajurit Kepolisian dan beberapa nama sipil di jajarannya kini telah mahir mengikuti jejaknya mengepakan sayap bak burung terbang diangkasa, seperti elang meliuk-liuk mengendalikan angina dengan parasut Paralayang yang mempesona.

Ini bukan akhir cerita Bagi sosok Perwira Menengah Polri ini, melainkan awal dari segudang inovasi yang telah dipersiapkannya menyongsong datangnya perintah tugas juga menanti lokasi lain memanggilnya. Bersambung….

***Penulis adalah Jurnalis Penggiat Informasi Masyarakat, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut

%d bloggers like this: